Notification

×

Iklan

COP Salurkan Pakan untuk Hewan Terdampak Banjir Agam

Selasa, 16 Desember 2025 | 14:30 WIB Last Updated 2025-12-16T07:30:00Z

Dokter Hewan COP, drh Nindya Rumapea sedang melihat perkembangan kucing 

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Centre for Orangutan Protection (COP) menurunkan tim rescue hewan untuk membantu penanganan satwa dan ternak milik warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Captain APE Protector COP, Hilman Fauzi, menyampaikan di Lubukbasung, Senin, bahwa tim mereka menyediakan pakan untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, serta ternak warga seperti sapi, kerbau, dan unggas di Kecamatan Palembayan.

“Kami mendistribusikan pakan untuk satwa dan ternak warga sebagai bagian dari program disaster relief for animals, yang telah berjalan beberapa hari setelah banjir bandang melanda wilayah ini,” ujar Hilman.

Hingga kini, lebih dari 500 ekor ternak telah menerima bantuan pakan setelah masyarakat menyampaikan informasi mengenai program tersebut. Bagi warga yang belum terjangkau, COP membuka posko bantuan di Padang Ganting, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Warga dapat melaporkan jumlah dan kondisi ternaknya agar segera mendapat bantuan.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menyalurkan pakan konsentrat untuk satwa dan ternak,” tambah Hilman.

Selain distribusi pakan, COP juga menurunkan tim medis untuk menangani kesehatan hewan terdampak banjir bandang pada Kamis (27/11). Sebanyak 20 hewan peliharaan, termasuk anjing dan kucing, telah mendapatkan perawatan medis. Sementara ternak besar, seperti sapi, kerbau, dan unggas, dilaporkan masih relatif aman.

“Kami juga memberikan suplemen untuk membantu pemulihan kondisi satwa dan ternak,” kata Hilman.

Dokter Hewan COP, drh. Nindya Rumapea, menjelaskan bahwa anjing dan kucing yang ditangani mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit kulit dan bulu (misalnya skabies), infeksi jamur, serta malnutrisi. 

Beberapa satwa juga mengalami luka di sela jari kaki akibat duri kayu saat bertahan dari banjir, dan sebagian terlantar karena rumah pemiliknya rusak.

“Setelah mendapat penanganan medis, kondisi satwa mulai membaik. Kami juga melakukan pemantauan dan perawatan lanjutan karena pemiliknya adalah warga setempat,” jelas Nindya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update