Notification

×

Iklan

Bupati Eka Putra Yakin Tanah Datar Kembali Juara di MTQ Sumbar

Senin, 15 Desember 2025 | 08:11 WIB Last Updated 2025-12-15T01:11:00Z

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat resmi dibuka.

Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah, pada Sabtu malam (13/12/2025) di Kota Bukittinggi. 

Pembukaan tersebut turut dihadiri Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Ahmad Fadly, Sekretaris Daerah Tanah Datar sekaligus Ketua LPTQ Abdurrahman Hadi, serta Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra.

Prosesi pembukaan berlangsung meriah di Lapangan Wirabraja Bukittinggi. Acara diawali dengan defile kontingen dari 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat yang disambut antusias oleh para kepala daerah, tamu undangan, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Usai pembukaan, Bupati Eka Putra menyampaikan optimisme bahwa kontingen Tanah Datar mampu kembali merebut gelar juara umum. Keyakinan tersebut disampaikan setelah dirinya bersama Wakil Bupati, Ketua LPTQ, dan Ketua TP PKK meninjau langsung kondisi kafilah di tempat pemondokan.

Menurut Eka Putra, fasilitas yang disediakan bagi kafilah Tanah Datar sudah memadai, mulai dari tempat istirahat, lokasi latihan, hingga asupan gizi yang dikonsumsi para peserta. Hal itu dinilai sangat mendukung kesiapan fisik dan mental kafilah selama mengikuti perlombaan.

“Alhamdulillah, fasilitas yang disediakan sudah sangat baik. Kamar nyaman, makanan tercukupi, dan tempat latihan mendukung. Dengan kondisi seperti ini, peserta bisa fokus bertanding tanpa terganggu persoalan teknis. Insya Allah, juara umum bisa kembali kita raih,” ujarnya optimistis.

Bupati juga berpesan kepada seluruh kafilah agar menjaga ketenangan pikiran, memperkuat mental, serta memohon doa restu orang tua dan masyarakat Tanah Datar agar seluruh rangkaian lomba dapat diikuti dengan hasil terbaik.

Sementara itu, dalam sambutannya saat pembukaan, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kafilah yang hadir di Kota Bukittinggi, kota yang sarat nilai sejarah dan budaya. 

Ia berharap MTQ menjadi momentum penguatan spiritual masyarakat, khususnya di tengah kondisi Sumatera Barat yang masih menghadapi dampak bencana alam di sejumlah daerah.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga gerakan untuk memperkuat akhlak dan meneguhkan karakter generasi, menuju Sumatera Barat yang religius dan berperadaban,” kata Mahyeldi.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an harus hadir tidak hanya dalam lantunan tilawah, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, pelayanan publik, serta kebijakan pembangunan daerah. Hal tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang berakar kuat pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Ketua Panitia MTQ ke-41 yang juga Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 1.091 peserta yang berlomba pada 12 cabang dengan 60 golongan. Penilaian akan dilakukan oleh 163 orang dewan hakim.

“Total anggaran MTQ tahun ini mencapai Rp12 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi. Kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, 18 Desember 2025. Selain venue utama, lomba juga digelar di 11 masjid dan empat aula kantor camat,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ ke-41 menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat Bukittinggi setelah penantian selama 32 tahun. 

Meski digelar di tengah suasana pascabencana, ia berharap MTQ tetap menjadi sarana memperkuat persatuan dan nilai-nilai keagamaan di Sumatera Barat.

“MTQ kali ini terasa berbeda karena dilaksanakan di tengah proses pemulihan bencana. Kami menyampaikan duka mendalam kepada seluruh daerah yang terdampak musibah. Setelah 32 tahun, akhirnya Bukittinggi kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Sumbar,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan global saat ini, Alquran harus terus dijadikan sumber nilai dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat serta berbangsa. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update