Tanjung Mutiara, Rakyatterkini.com– Bupati Agam, Benni Warlis, meninjau langsung lokasi jembatan yang putus akibat banjir di Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kamis (18/12/2025).
Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap terganggunya akses transportasi masyarakat akibat meluapnya Sungai Batang Masang.
Peninjauan dilakukan bersama Asisten I Setda Agam, Yunilson; Kepala Dinas PUTR Agam, Ofrizon; Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama; serta Wali Nagari Tiku V Jorong, Edison. Rombongan melihat kondisi jembatan dan ruas jalan yang rusak parah akibat terjangan banjir.
Camat Edo Aipa Pratama menjelaskan, tiga jembatan hanyut terbawa arus banjir, yakni Jembatan Ujung Karang I, Jembatan Ujung Karang II, dan Jembatan Bakung. Akibat putusnya jembatan tersebut, wilayah Subang-subang saat ini masih terisolasi, dan akses darat hanya bisa dilalui menggunakan perahu.
“Jembatan Ujung Karang I, sepanjang kurang lebih 80 meter, putus total. Jalan ini merupakan jalur provinsi Tiku–Sasak,” ujarnya. Edo menambahkan, sekitar 700 kepala keluarga terdampak, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Benni Warlis menegaskan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar jembatan Bailey dapat segera dipasang sebagai solusi sementara.
“Kita dorong pemasangan jembatan Bailey agar akses masyarakat kembali terbuka dan aktivitas ekonomi berjalan normal,” kata Bupati.
Selain itu, Bupati menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 13 jembatan Bailey yang harus dipasang di Kabupaten Agam akibat banjir. Kondisi ini juga telah dilaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia saat kunjungan kerja ke Agam beberapa waktu lalu.
Diharapkan, percepatan pemasangan jembatan sementara ini dapat memulihkan akses transportasi dan kehidupan masyarakat terdampak kembali normal.(da*)


