Lubuk Basung, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa lima dari total 16 kecamatan di wilayah tersebut mengalami krisis air bersih.
Kondisi ini dipicu oleh rusaknya jaringan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas) serta terganggunya sumber air di bagian hulu sungai akibat bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menjelaskan bahwa banjir bandang disertai tanah longsor telah merusak jaringan Pamsimas maupun instalasi air bersih lainnya. Akibatnya, pasokan air ke permukiman warga terhenti.
Adapun kecamatan yang terdampak kekurangan air bersih meliputi Tanjung Raya, Malalak, Ampek Koto, Palembayan, dan Matur. Untuk mengatasi kebutuhan mendesak masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama relawan serta unsur terkait lainnya menyalurkan air bersih dengan menggunakan mobil tangki.
“Distribusi air bersih dilakukan melalui mobil tangki, sementara warga menyiapkan wadah atau bak penampung di lingkungan masing-masing,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan adalah pipa air guna memperbaiki jaringan yang rusak, sehingga masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada distribusi air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam diketahui menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah sumber air bersih, terutama akibat timbunan material longsoran di kawasan hulu sungai.
Selain berdampak pada infrastruktur air, bencana hidrometeorologi ini juga menimbulkan korban jiwa yang besar. Tercatat sebanyak 192 orang meninggal dunia, 72 orang masih dinyatakan hilang, serta delapan orang menjalani perawatan medis.
Kerusakan fisik juga cukup masif, dengan rincian 472 rumah rusak ringan, 290 rumah rusak sedang, dan 838 rumah rusak berat. Tidak hanya itu, sebanyak 114 fasilitas pendidikan, 11 rumah ibadah, 49 jembatan, serta 69 ruas jalan turut mengalami kerusakan.
Di sektor pertanian, luas lahan yang terdampak mencapai 1.948,23 hektare, di samping kerusakan pada berbagai fasilitas umum lainnya akibat bencana tersebut. (da*)


