Solok, Rakyatterkini.com – Banjir bandang yang terjadi di Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada Kamis (27/11/2025) meninggalkan dampak serius bagi warga, terutama mereka yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Sejumlah rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, sementara hingga Minggu lalu lumpur bekas banjir masih menutupi permukiman warga. Kondisi ini semakin diperparah dengan kesulitan air bersih yang dialami penduduk, khususnya di Jorong Balai Panjang.
“Saat ini kami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk mandi, mencuci, membersihkan rumah, bahkan hanya untuk mencuci kaki setelah terkena lumpur, air tidak tersedia,” ujar Ulfa, warga Jorong Balai Panjang, Selasa (2/12/2025).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengandalkan air dari sumur tanah di sekitar rumah dan air minum yang berasal dari bantuan relawan.
“Air dari sumur rumah terbatas, begitu pula air minum,” tambah Ulfa.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena berpotensi menimbulkan penyakit. Beberapa warga bahkan sudah mengalami gatal-gatal, demam, dan batuk akibat kekurangan air bersih. Trauma pasca-banjir juga menjadi beban tambahan, terutama bagi lansia.
Selain air bersih, warga juga membutuhkan bantuan berupa pakaian dan makanan. Mereka berharap pemerintah nagari dapat segera menyalurkan bantuan air bersih untuk meringankan penderitaan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah nagari segera menyalurkan bantuan air bersih, karena kebutuhan kami sangat mendesak,” pungkas Ulfa.(da*)


