Notification

×

Iklan

Banjir dan Longsor Rusak 28 Jembatan di Kabupaten Agam

Sabtu, 20 Desember 2025 | 00:50 WIB Last Updated 2025-12-19T17:50:00Z

Pembangunan jembatan bailey

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah membutuhkan 13 unit jembatan bailey untuk memulihkan akses transportasi yang terganggu akibat kerusakan jembatan dan jalan pascabanjir serta longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 13 jembatan yang harus segera dipasang sebagai langkah sementara untuk mengembalikan mobilitas masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar pemasangan jembatan bailey ini dapat segera direalisasikan. Tujuannya agar akses warga kembali terbuka dan aktivitas ekonomi dapat berjalan normal,” ujar Benni di Lubuk Basung, Jumat.

Bupati juga menambahkan bahwa kerusakan infrastruktur ini telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Kabupaten Agam. Diharapkan, dengan percepatan pemasangan jembatan sementara ini, transportasi masyarakat dapat pulih secepatnya dan kehidupan warga terdampak kembali normal.

Sebelumnya, pada Kamis (18/12), Bupati Agam meninjau lokasi jalan putus di Kecamatan Tanjung Mutiara. Data menunjukkan terdapat 28 jembatan yang rusak di lima kecamatan akibat banjir bandang, longsor, dan banjir.

Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama, menjelaskan bahwa tiga jembatan di wilayahnya hanyut terbawa banjir, yaitu Jembatan Ujung Karang I, Jembatan Ujung Karang II, dan Jembatan Bakung. Akibatnya, warga di Subang-subang masih terisolasi, dan satu-satunya akses hanya melalui perahu.

“Pada Jembatan Ujung Karang I, badan jalan yang putus mencapai sekitar 80 meter. Ruas ini merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, dengan Sasak di Kabupaten Pasaman Barat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekitar 700 kepala keluarga terdampak banjir mengalami kesulitan akses menuju Labuhan dan Subang-subang, sehingga menghambat kegiatan ekonomi dan mobilitas warga. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update