Notification

×

Iklan

Bandara Minangkabau Siaga, Meski Jumlah Penumpang Menurun

Selasa, 16 Desember 2025 | 04:45 WIB Last Updated 2025-12-15T21:45:00Z

Suasana di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Padang, Rakyatterkini.com– Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memperkirakan jumlah penumpang pesawat dari dan menuju bandara tersebut akan mengalami penurunan setelah terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di wilayah itu.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM, Dony Subardono, menyampaikan bahwa tren penurunan jumlah penumpang sudah terlihat sejak tiga pekan terakhir, bahkan sebelum Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 resmi dibuka.

“Dalam tiga minggu terakhir, arus penumpang sudah menunjukkan penurunan,” kata Dony di Padang Pariaman, Senin.

Berdasarkan kondisi tersebut, Angkasa Pura Indonesia memproyeksikan arus penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 juga tidak setinggi tahun sebelumnya. Kendati demikian, pihak pengelola bandara memastikan penurunan jumlah penumpang tidak akan berdampak pada kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Dony menjelaskan, pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025 lalu, Bandara Internasional Minangkabau melayani sekitar 45 ribu penumpang, dengan puncak pergerakan harian mencapai 8.700 orang. Sementara untuk tahun ini, jumlah penumpang diperkirakan berada di kisaran 7.000 orang per hari.

Menurutnya, proyeksi tersebut masih bersifat sementara karena pergerakan penumpang masih dinamis. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 22 Desember 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat bencana hidrometeorologi melanda Pulau Sumatra, khususnya di Sumatera Barat, jumlah penumpang di Bandara Internasional Minangkabau sempat turun hingga sekitar 20 persen.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman, Hari, menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Barat masih berada dalam puncak musim hujan hingga Desember 2025.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim hujan terjadi pada November dan Desember 2025,” ujarnya.

Ia menambahkan, intensitas curah hujan hingga akhir tahun diperkirakan berada pada kategori sedang hingga lebat. BMKG pun mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan seperti perbukitan dan sepanjang daerah aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update