Notification

×

Iklan

ATR/BPN Perkuat Pengambilan Keputusan Lewat Pelatihan QCRO

Jumat, 05 Desember 2025 | 06:43 WIB Last Updated 2025-12-04T23:43:00Z

Nusron Wahid Dorong Jajaran Ikuti Pelatihan Manajemen Risiko

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat kapasitas internal, khususnya para pimpinan, agar mampu mengambil keputusan secara terukur dan berbasis analisis risiko.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Manajemen Risiko Tingkat Ahli atau Qualified Chief Risk Officer (QCRO) bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Pelatihan berlangsung pada 25–27 November 2025 di BPSDM ATR/BPN, Cikeas.

“Risiko dalam pekerjaan pasti ada, tetapi justru harus dimanfaatkan sebagai instrumen dalam mengambil keputusan penting di level pimpinan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat menutup pelatihan pada Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan bahwa Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, terus mendorong seluruh jajaran untuk mengikuti pelatihan manajemen risiko. Dengan kemampuan ini, para pejabat diharapkan mampu mengantisipasi dampak dan potensi risiko sebelum menjalankan tugas di lapangan, sehingga kualitas layanan kepada masyarakat dapat meningkat.

“Pak Menteri menilai seluruh jajaran perlu dibekali pengetahuan manajemen risiko sesuai dengan kualifikasinya masing-masing. Ini bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar bertujuan mengubah pola pikir, perilaku, dan budaya kerja dalam pengambilan keputusan,” tambahnya.

Pelatihan yang digelar dengan metode klasikal tersebut diikuti 38 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari berbagai unit kerja pusat maupun daerah.

Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar risiko, prinsip dan kerangka ISO 31000, penerapan pengambilan keputusan berbasis risiko, hingga penguatan integritas dan etika.

Peserta akan mendapatkan tiga jenis sertifikat: sertifikat pelatihan dari BPSDM bekerja sama dengan Way Academy; sertifikat kompetensi dari LSP MKS yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN); serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi BPSDM ATR/BPN, Norman Subowo, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi tata kelola lembaga yang profesional, modern, dan adaptif.

“Pelatihan ini memberikan pemahaman penting mengenai peran Manajemen Risiko tingkat Ahli atau QCRO sebagai instrumen utama untuk memastikan setiap program, kebijakan, dan keputusan organisasi berjalan lebih terstruktur, terukur, dan akuntabel,” tuturnya.

Menurutnya, bekal kompetensi ini menjadi aset penting bagi jajaran ATR/BPN dalam menghadapi dinamika dan tantangan yang kian kompleks di lingkungan kerja.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update