Notification

×

Iklan

Agam Larang Acara Musik Saat Suasana Duka Bencana

Minggu, 28 Desember 2025 | 20:00 WIB Last Updated 2025-12-28T13:00:14Z

Ilustrasi

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil menggagalkan rencana hiburan live music yang sedianya digelar di Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, pada Jumat (26/12) malam.

Kepala Satpol PP Damkar Agam, Fauzi, menjelaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah nagari setempat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas mendatangi panitia serta pemilik organ tunggal sebelum acara dimulai.

“Kami mengimbau panitia dan pemilik organ tunggal untuk menunda kegiatan ini karena saat ini daerah masih berada dalam suasana duka akibat bencana,” ujar Fauzi di Lubuk Basung, Sabtu, didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Damkar Agam, Yul Akmar.

Menurut Fauzi, panitia dan pemilik organ tunggal bersikap kooperatif sehingga acara live music pun dibatalkan.

Sebelumnya, Satpol PP Damkar Agam menerima informasi mengenai beredarnya selebaran yang mengumumkan hiburan live music di Bawan. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan koordinasi dan mendatangi pihak terkait.

Langkah ini sesuai dengan imbauan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan Kapolri, yang meminta agar seluruh kegiatan hiburan ditunda sebagai bentuk empati terhadap korban bencana. Bupati Agam juga telah menginstruksikan agar tidak ada hiburan organ tunggal atau acara serupa selama situasi bencana masih berlangsung.

“Kami akan memperketat pengawasan agar tidak ada kegiatan hiburan yang tetap dilaksanakan sementara Agam masih dalam masa duka,” tegas Fauzi.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam telah menelan 163 korban jiwa, tersebar di Kecamatan Malalak (14 orang), Palupuh (1), Matur (1), Tanjung Raya (10), Ampek Nagari (1), dan Palembayan (136). Selain itu, 38 orang dilaporkan hilang, yakni di Malalak (3), Tanjung Raya (2), Lubuk Basung (1), dan Palembayan (32). Pencarian korban hilang secara resmi dihentikan pada Senin (22/12) setelah mendapat persetujuan dari keluarga korban.

Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung juga mengakibatkan 26 warga terisolir, 3.919 orang mengungsi, serta ribuan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update