Notification

×

Iklan

35 Alat Berat Dikerahkan untuk Atasi Bencana Sumbar

Minggu, 14 Desember 2025 | 09:16 WIB Last Updated 2025-12-14T02:16:00Z

Normalisasi Sungai dan Perbaikan Infrastruktur Dipercepat

Padang, Rakyatterkini.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat upaya pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, menyampaikan hingga saat ini sebanyak 35 unit alat berat telah dikerahkan dan 940 geobag dipasang di lokasi terdampak.

Terbaru, tiga unit alat berat dikirim ke Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk mempercepat normalisasi aliran sungai dan penanganan dampak banjir bandang. Rifda menjelaskan seluruh alat berat mulai beroperasi sejak 25 November 2025, bertepatan dengan ditetapkannya status tanggap darurat bencana di tingkat provinsi.

“Sesuai arahan Gubernur, kami memaksimalkan penanganan di lapangan. Total 35 unit alat berat dan 940 geobag sudah kita turunkan, termasuk yang baru di Batu Busuak. Saat ini, semua alat sudah mulai bekerja,” ujar Rifda di Padang, Sabtu (13/12/2025).

Rifda merinci, penyebaran alat berat tersebar di lima kabupaten/kota terdampak, yaitu 22 unit di Kota Padang, dua unit di Kabupaten Padang Pariaman, empat unit di Kabupaten Pesisir Selatan, dua unit di Kabupaten Solok, dan lima unit di Kabupaten Agam.

Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi telah menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sumber daya air. Sebanyak 24 unit bendung irigasi terdampak, serta kerusakan terjadi pada bangunan penguatan tebing (seawall) dan jaringan irigasi.

“Secara total, panjang kerusakan mencapai 6,9 kilometer untuk seawall dan 3,5 kilometer untuk saluran irigasi. Perbaikan dilakukan secara bertahap, bersamaan dengan normalisasi sungai dan pengerukan sedimen sisa banjir bandang,” jelas Rifda.

Mengingat luasnya kerusakan, proses pemulihan diperkirakan memerlukan waktu cukup lama dan anggaran besar. Atas arahan Gubernur Sumbar, koordinasi intensif terus dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian PUPR serta BUMN Karya untuk menambah dukungan tenaga dan peralatan.

“Hasil koordinasi ini cukup efektif. Misalnya, dua unit alat berat di Batu Busuak merupakan bantuan dari Hutama Karya Infrastruktur, yang difasilitasi langsung oleh Gubernur,” tutup Rifda. (adpsb/bud)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update