Notification

×

Iklan

150 Ternak Alami Stres Pascabanjir, Pemkab Beri Vitamin

Senin, 01 Desember 2025 | 01:45 WIB Last Updated 2025-11-30T19:05:35Z

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Sumbar Zulkhailisman memberikan vitamin kepada ternak

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, menyalurkan vitamin untuk sekitar 150 ekor ternak—meliputi sapi, kerbau, dan kambing—yang terdampak banjir. Upaya ini dilakukan untuk membantu pemulihan kesehatan hewan yang mengalami stres dan penurunan kondisi setelah bencana.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Zulkhailisman, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya baru dapat menjangkau dua kecamatan, yakni VII Koto dan Ulakan Tapakis.

“Pemberian vitamin akan dilanjutkan pada Senin (1/12) agar petugas kami bisa beristirahat,” ujarnya di Parik Malintang, Sabtu.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya meringankan beban para peternak yang sudah terpukul akibat banjir yang terjadi sejak Jumat (21/11) hingga Jumat (28/11).

“Masyarakat sudah cukup terbebani dengan kondisi keluarga mereka. Ketika ternak ikut sakit, tentu itu menambah kekhawatiran,” katanya.

Menurutnya, ternak yang stres dan sakit berisiko mengalami kondisi fatal sehingga dapat menimbulkan kerugian besar bagi para peternak. Selain itu, situasi pascabanjir membuat pakan alami sulit diperoleh karena rumput tertutup lumpur, sehingga suplementasi vitamin diharapkan dapat menjaga ketahanan tubuh ternak selama masa pemulihan.

Zulkhailisman menjelaskan bahwa banjir yang melanda sejak 22–28 November mengakibatkan sedikitnya 15 ekor sapi dan delapan ekor kerbau mati atau hilang, dengan total kerugian mencapai Rp387,5 juta. Meski sebagian peternak sempat mengevakuasi ternaknya, tidak sedikit yang tidak sempat melakukan penyelamatan.

Sementara itu, Pemkab Padang Pariaman sebelumnya memperkirakan total kerugian akibat rangkaian bencana yang dipicu cuaca ekstrem selama sepekan terakhir mencapai lebih dari Rp268,5 miliar.

“Kerusakan infrastruktur cukup parah. Jembatan Koto Buruak yang ambruk saja diperkirakan menimbulkan kerugian lebih dari Rp50 miliar,” kata Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis.

Bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang tersebut mengakibatkan sejumlah infrastruktur vital rusak, mulai dari jembatan yang ambruk, jalan yang amblas, hingga irigasi yang rusak. Selain itu, sekitar 341 hektare sawah dan 106 hektare lahan jagung turut terdampak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update