Notification

×

Iklan

11 Masjid dan Mushalla di Agam Rusak Akibat Banjir Bandang

Jumat, 05 Desember 2025 | 21:45 WIB Last Updated 2025-12-05T14:45:00Z

Personel Polri sedang mencari korban yang hilang

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas ibadah di daerah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sebanyak 11 masjid dan mushalla terdampak akibat bencana tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, Jumat (5/12/2025), menjelaskan bahwa kerusakan tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Tanjung Raya dua unit, Palembayan dua unit, Tanjung Mutiara dua unit, Matur satu unit, Malalak satu unit, dan Ampek Koto satu unit. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,58 miliar.

“Kerusakan paling besar terjadi di Masjid Galapuang, Tanjung Raya, senilai Rp450 juta, diikuti Masjid Syuhada Kayu Pasak Rp300 juta, Masjid Al Ihsan Labuhan Rp250 juta, dan Masjid Babusalam Bateh Tinggi, Palembayan Rp200 juta. Masjid dan mushalla lain mengalami kerugian di bawah Rp100 juta,” kata Rahmat.

Selain kerusakan fasilitas ibadah, bencana ini juga menelan korban jiwa. Hingga Kamis (5/12) malam, tercatat 171 orang meninggal dan 85 orang masih hilang. Tim SAR gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pencarian, khususnya di sepanjang aliran Sungai Batang Nanggang yang sempat meluap.

Dampak bencana juga memaksa 11.624 warga mengungsi ke delapan kecamatan. Mereka ditampung di rumah keluarga, tempat ibadah, serta lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BPBD bekerja sama dengan pihak terkait telah mendirikan 26 dapur umum.

Sementara itu, sebanyak 33 korban luka mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan, terdiri dari 30 orang di RSUD Lubuk Basung, dua orang di RSUP M. Djamil Padang, dan satu orang di RSUD M. Yamin Pariaman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update