Padang, Rakyatterkini.com – Universitas Ekasakti (UNES) bersama Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) kembali menorehkan capaian penting melalui pelaksanaan Wisuda UNES ke-60 dan AAI ke-69 untuk periode November 2025. Acara berlangsung khidmat di Auditorium UNES, Sabtu (1/11/2025).
Pada kesempatan ini, UNES meluluskan 1.182 mahasiswa, sementara AAI melepas 29 lulusan. Dengan demikian, total 1.211 wisudawan resmi menyandang gelar akademik dari berbagai jenjang pendidikan.
Rektor UNES, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keberhasilan para lulusan. Ia menegaskan bahwa gelar yang disandang bukan sekadar pengakuan akademik, melainkan amanah untuk memberi kontribusi nyata bagi bangsa.
“Wisuda ini bukan garis akhir, melainkan awal perjalanan baru. Ijazah yang saudara terima adalah tanggung jawab moral untuk membangun masyarakat,” ujar Rektor.
Suasana haru sempat menyelimuti ruangan ketika seluruh hadirin mendoakan almarhumah Nursiani, mahasiswi Program Studi Akuntansi asal Pontianak. Meski telah menuntaskan studinya dengan IPK 3,48, ia berpulang sebelum sempat mengikuti prosesi wisuda.
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan,” ucapnya.
Sejak berdiri pada 1984, UNES terus berkomitmen melahirkan SDM berkualitas. Hingga saat ini, UNES telah meluluskan 21.914 alumni, sedangkan total alumni UNES-AAI mencapai 30.542 orang yang tersebar di berbagai sektor.
Rektor juga mengingatkan pentingnya menjunjung semangat Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan sebagai fondasi berkarya di era modern.
“Perjuangan hari ini dilakukan melalui ilmu, teknologi, dan integritas. Menuju Indonesia Emas 2045, saudara-saudari adalah penggeraknya,” tegasnya.
Dalam mendukung kualitas pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, UNES menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga pemerintah, TNI-Polri, serta perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumbar.
Rektor turut mengapresiasi peran seluruh pihak dalam menyukseskan acara, mulai dari LLDIKTI Wilayah X, yayasan, dosen, tenaga kependidikan, hingga panitia penyelenggara. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemungkinan terganggunya arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan, Prof. Dr. Suriyaman Mustari Pide, mengingatkan pentingnya menjaga prinsip, integritas, dan kebijaksanaan di tengah perubahan teknologi dan dinamika global.
“Banyak hal akan berubah dengan cepat, tetapi nilai dan kebijaksanaan adalah fondasi yang tidak boleh hilang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang yang menumbuhkan karakter, memadukan kearifan lokal dengan cara pandang global.
“Jadi lah generasi yang maju tanpa meninggalkan akar budaya. Bangsa yang kehilangan jati diri akan kehilangan arah,” tutupnya.(da*)


