Notification

×

Iklan

Tim Kemenparekraf Kunjungi Koto Gadang untuk Penilaian Lapangan

Rabu, 12 November 2025 | 14:15 WIB Last Updated 2025-11-12T07:15:00Z

Tim juri Kemenparekraf RI melakukan visitasi langsung

IV Koto, Rakyatterkini.com– Tim juri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melakukan visitasi langsung ke Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, pada Senin (10/11).

Kunjungan ini menjadi bagian dari proses penilaian Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 untuk sub bidang destinasi.

Ni Wayan Giri Adnyani, perwakilan tim juri Kemenparekraf, menjelaskan bahwa kehadiran tim bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan serta menilai secara langsung potensi desa wisata, setelah sebelumnya menelaah dokumen yang dikirimkan oleh peserta.

“Berdasarkan dokumen yang kami terima, Koto Gadang layak masuk 30 besar desa wisata WIA 2025 untuk sub bidang destinasi,” ujar Ni Wayan.

Menurutnya, 30 besar WIA 2025 bidang destinasi dibagi dalam empat kategori: 15 desa wisata terbaik, 6 kelompok sadar wisata (Pokdarwis) terbaik, 6 daya tarik wisata terbaik, dan 3 toilet bersih terbaik.

Tahun ini, jumlah peserta WIA sub bidang destinasi mencapai 1.118, dengan rincian: 601 desa wisata, 177 Pokdarwis, 261 daya tarik wisata yang dikelola swasta, dan 79 toilet bersih. Koto Gadang berhasil menembus daftar 30 besar di tengah persaingan tersebut.

Ni Wayan memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pokdarwis, pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten, atas kerja keras serta kolaborasi yang luar biasa. “Hari ini menunjukkan dukungan penuh bagi pengembangan Koto Gadang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kategori desa wisata diberikan kepada desa yang mampu mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Melalui ajang ini, desa wisata diharapkan dapat meningkatkan daya saing dengan menonjolkan keunikan sejarah, budaya, alam, sumber daya manusia, hingga kuliner lokal.

“Keberlanjutan menjadi fokus utama. Hal ini penting agar kemajuan yang dicapai tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tata kelola, sosial ekonomi, budaya, dan lingkungan,” jelasnya.

Ni Wayan menekankan bahwa menjaga keberlanjutan desa wisata bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. “Kita meminjam alam dari anak cucu, sehingga tugas kita adalah mengembalikannya dalam kondisi lebih baik,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan desa wisata bukan semata-mata soal ekonomi, tetapi juga harmoni sosial, budaya, dan lingkungan. “Dengan desa wisata, masyarakat tidak hanya lebih sejahtera secara ekonomi, tetapi nilai budaya dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyatakan kebanggaannya atas prestasi Koto Gadang sebagai salah satu dari 30 besar desa wisata terbaik di Indonesia. “Desa ini memiliki sejarah panjang, budaya yang kuat, dan masyarakat kreatif. Kami bangga bisa membawa nama Kabupaten Agam ke tingkat nasional,” ujarnya.

Iqbal berharap kunjungan tim juri Kemenparekraf menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengembangkan potensi lokal. “Kunjungan ini bukan sekadar penilaian, tetapi momentum memperkuat komitmen bersama. Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan desa wisata sesuai kearifan lokal agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan,” tegasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update