Notification

×

Iklan

Satu Tewas, 21 Ribu Warga Terdampak Banjir Pessel

Jumat, 28 November 2025 | 22:02 WIB Last Updated 2025-11-28T15:02:00Z

Banjir merendam pemukiman warga di Nagari Duku, Tarusan, Pessel.

Painan, Rakyatterkini.com – Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan sejak Rabu hingga Kamis (27/11/2025) menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Berdasarkan laporan sementara dari Media Center Tanggap Darurat, sebanyak 4.256 rumah terendam, satu rumah hanyut, dan 21.280 warga terdampak. Satu korban jiwa juga dilaporkan meninggal dunia.

Kerugian awal akibat bencana ditaksir mencapai Rp147,6 miliar. Sementara itu, pendataan terhadap fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan jaringan jalan masih berlangsung. Banjir merata di banyak wilayah, dengan kerusakan paling parah terjadi di tujuh kecamatan.

Di Kecamatan Koto XI Tarusan, banjir menggenangi sejumlah nagari, antara lain Duku, Batu Hampa, Nanggalo, Kapuh Utara, Duku Utara, Batu Hampar Selatan, hingga Jinang Kampung Pansur. Arus deras membawa lumpur yang membuat sejumlah ruas jalan licin, rusak, bahkan terputus. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bayang, khususnya di Gurun Panjang, Kapelgam Koto Barapak, Kubang Koto Barapak, Kapeh Panji Jaya, Aur Bagaluang Talaok, Api-Api Pasar Baru, Asam Kamba, Sawah Laweh, serta Gurun Panjang Utara, Barat, dan Selatan.

Kecamatan IV Jurai juga terdampak akibat luapan Sungai Lumpo, Ampuan Lumpo, Sungai Gayo Lumpo, dan Sungai Sariak, memaksa warga mengungsi demi keselamatan. Di Kecamatan Batang Kapas, banjir dan longsor melanda IV Koto Mudiak, IV Koto Hilie, Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Koto Nan III IV Koto Hilie, Tuik, hingga Sungai Nyalo. Petugas bersama warga mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak ke tempat aman.

Genangan dan ancaman longsor juga dilaporkan di Kecamatan Sutera dan Kecamatan Lengayang menyusul curah hujan yang tak kunjung mereda.

Kepala Dinas Kominfo Pessel yang juga menjadi juru bicara Pemkab, Wendi, menyampaikan bahwa pemerintah telah membuka sejumlah posko darurat di lokasi aman. Posko tersebut menyediakan makanan siap santap, air bersih, selimut, layanan kesehatan, serta tempat pengungsian sementara.

Pemkab Pessel kini mempercepat proses pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur untuk mengajukan status darurat dan langkah pemulihan pascabencana. Petugas juga memetakan titik rawan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

BPBD Pessel terus berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk memastikan bantuan tambahan, termasuk alat berat untuk membuka akses yang terputus, logistik, serta dukungan teknis lainnya. Proses evakuasi dan distribusi bantuan masih terus berjalan.

Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi, pemerintah mengimbau warga tetap waspada, menghindari aktivitas di sekitar daerah aliran sungai, serta segera melapor jika terjadi kenaikan debit air atau muncul tanda-tanda longsor.

Hingga laporan ini diterbitkan, tim gabungan masih bekerja di sejumlah titik terdampak untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan akses serta kebutuhan dasar. Pemerintah daerah berkomitmen menambah dukungan sesuai perkembangan di lapangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update