Notification

×

Iklan

Ruas Tol MKTT di KM 41+600 Amblas, Lalin Dialihkan

Sabtu, 29 November 2025 | 19:34 WIB Last Updated 2025-11-29T12:34:00Z

Akses Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi terputus terdampak longsor.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan terjadinya longsor yang menyebabkan amblasnya struktur pada ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, tepatnya di Injak Jembatan KM 41+600 B. Kerusakan tersebut membuat jalur tol terputus dan tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Deli Serdang. Curah hujan ekstrem membuat debit air Sei Batu Gingging meningkat tajam, sehingga aliran deras menggerus pondasi timbunan jalan dan memicu longsor pada bagian bawah struktur. Kondisi tanah yang jenuh air turut memperparah kerusakan hingga mengakibatkan amblesan signifikan pada badan jalan maupun struktur penyangga.

Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU segera meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan penanganan cepat di lokasi. Langkah-langkah darurat yang ditempuh mencakup penutupan total jalur terdampak, pemasangan pengamanan dan pembatas area bahaya, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan, penataan ulang aliran air untuk mencegah longsor susulan, serta mobilisasi alat berat ke titik kerusakan. Selain itu, tim teknis telah memulai pemeriksaan geoteknik untuk memastikan rancangan perbaikan permanen sesuai standar keselamatan jalan tol dan konstruksi.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secepat mungkin mengingat ruas tol tersebut merupakan jalur strategis yang menjadi salah satu penghubung utama mobilitas masyarakat dan logistik. Pentingnya jalur ini meningkat menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 karena volume kendaraan diprediksi melonjak tajam.

Hasil koordinasi di lapangan menetapkan diberlakukannya rekayasa lalu lintas mulai Jumat, 28 November 2025 sejak pukul 11.50 WIB sampai kondisi dinyatakan aman. Penutupan jalur arah Medan dilakukan di KM 43 B, dengan arus kendaraan dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Paluh Kemiri dan Kualanamu. Sementara itu, untuk arah Tebing Tinggi, penutupan diterapkan di KM 6 A, dan pengalihan arus diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Lubuk Pakam. Skema ini diharapkan dapat mengurai kepadatan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kementerian PU juga mengimbau para pengendara untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta memperhatikan rute alternatif yang telah disiapkan. Sejumlah personel pengamanan diterjunkan, termasuk Tim 203, MCSS 210, MCS 212, unit rescue, serta PJR 40 untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan area terdampak. Mereka bertugas melakukan patroli, pengaturan kendaraan, serta mengawasi potensi kerusakan lanjutan.

Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi yang membentang sepanjang 61,70 kilometer merupakan bagian penting dari jaringan infrastruktur transportasi di Sumatera Utara. Ruas ini berperan besar memperlancar konektivitas antara Medan, Bandara Kualanamu, hingga wilayah strategis lainnya seperti Kisaran dan Tanjung Balai. Pada masa liburan Nataru, keberadaan tol ini sangat krusial karena menjadi jalur pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkabupaten dan antarwilayah. Dengan terputusnya sebagian ruas, pemerintah bergerak cepat untuk memastikan proses perbaikan dapat selesai secepat mungkin demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update