Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketegangan internasional kembali meningkat setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk menyiapkan kemungkinan dimulainya kembali uji coba senjata nuklir.
Langkah ini sebagai respons atas rencana Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump yang berencana melakukan uji coba senjata nuklir baru.
Putin menyebut inisiatif AS itu sebagai “isu serius” yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dunia. Ia menegaskan Rusia tidak akan tinggal diam jika Washington benar-benar melanjutkan pengujian senjata pemusnah massal tersebut.
“Iya, ini masalah serius,” ujar Putin dalam pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan Nasional Rusia, dikutip dari Sputnik, Kamis (6/11/2025).
Presiden Rusia juga telah menerima laporan dari Duta Besar Rusia untuk AS, Alexander Darchiev, terkait klarifikasi pernyataan Trump. Dewan Keamanan Nasional Rusia pun melakukan analisis mendalam terhadap pernyataan serupa dari pejabat tinggi AS.
Sebagai langkah lanjutan, Putin menginstruksikan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, lembaga intelijen, dan badan sipil terkait untuk mengumpulkan informasi tambahan serta menyusun rekomendasi strategis.
“Saya meminta Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, badan-badan khusus, dan lembaga sipil terkait untuk mengumpulkan informasi tambahan, menganalisisnya di tingkat Dewan Keamanan, lalu mengajukan usulan mengenai kemungkinan persiapan uji coba nuklir,” kata Putin.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, menekankan bahwa negara harus siap mengambil tindakan tegas jika AS benar-benar melanggar moratorium nuklir yang berlaku sejak era pasca-Perang Dingin. Belousov menambahkan, fasilitas uji coba di Novaya Zemlya, wilayah terpencil di Kutub Utara, siap diaktifkan kembali kapan saja.
“Persiapan untuk memulai kembali uji coba nuklir di Novaya Zemlya perlu segera dilakukan,” ujarnya.
Langkah Rusia ini menandai peningkatan ketegangan antara dua kekuatan nuklir terbesar dunia. Para analis memperingatkan, jika kedua negara melanjutkan uji coba senjata, dunia bisa menghadapi babak baru perlombaan senjata nuklir yang pernah menghantui era Perang Dingin.(da*)


