Agam, Rakyatterkini.com – Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyimpan dua lokasi potensial untuk pengembangan energi panas bumi dengan kapasitas lebih dari 25 megawatt. Pemerintah daerah menilai kedua lokasi ini sangat layak untuk dijadikan proyek energi terbarukan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Agam, Agusnadi, menjelaskan bahwa titik pertama berada di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, dengan kapasitas 25 MW, sementara titik kedua berada di Marapi, Kecamatan Sungai Pua, yang memiliki potensi hingga 50 MW.
“Potensi ini terus kami promosikan melalui website, media sosial, dan berbagai kanal lainnya untuk menarik minat investor,” ujar Agusnadi di Lubukbasung, Minggu.
Pemerintah Kabupaten Agam saat ini aktif mencari investor untuk memanfaatkan sumber daya panas bumi tersebut, sekaligus memperkuat bauran energi bersih di daerah.
Selain energi panas bumi, Agam juga memiliki peluang investasi di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Agusnadi merinci, peternakan sapi potensial dikembangkan di Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, dan Ampek Nagari, sementara peternakan kambing menjanjikan di Lubuk Basung, Palupuh, dan Baso.
Di sektor pertanian, wilayah potensial meliputi Kecamatan Lubuk Basung, Palembayan, dan Tanjung Raya, dengan komoditas unggulan jagung di Ampek Nagari, Lubuk Basung, dan Palembayan. Perkebunan kelapa berkembang di Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara, sedangkan perikanan budidaya memiliki peluang di Lubuk Basung, Tanjung Raya, dan Tanjung Mutiara. Sektor pariwisata menonjol di Kecamatan Matur, Tanjung Mutiara, dan Tanjung Raya.
“Peluang investasi di Agam sangat terbuka. Pemerintah siap memberikan kemudahan bagi investor, termasuk insentif pajak dan keringanan retribusi sesuai Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif Fiskal,” pungkas Agusnadi.(da*)


