Notification

×

Iklan

Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Air Terjun Boti

Sabtu, 01 November 2025 | 15:11 WIB Last Updated 2025-11-01T08:11:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Tragedi menimpa seorang siswi SMP berusia 14 tahun, Ewalda Pay, asal Desa Kualeu, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Ia ditemukan meninggal dunia di Air Terjun Boti pada Jumat (31/10/2025) sore.

Polisi menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni. Korban diduga terpeleset dan tenggelam saat berfoto bersama teman-temannya.

Kasat Reskrim Polres TTS, AKP I Wayan Pasek Sujana, menjelaskan bahwa Ewalda bersama kakaknya, Donata Yantri Pay, serta dua rekannya, Filinova Afliana Tein dan Diana E. Missa, datang ke Air Terjun Boti di perbatasan Desa Kualeu dan Desa Eonbesi untuk bersantai.

Sesampainya di lokasi, mereka berencana mandi dan mengambil foto. Namun, Ewalda kemudian memanjat batu setinggi sekitar dua meter meski sudah diingatkan sang kakak untuk tidak melompat. Naas, ia tergelincir, terjatuh, membentur batu, lalu tercebur ke dalam kolam berkedalaman dua meter.

Kakaknya sempat mencoba menyelamatkan menggunakan sebatang kayu, namun usaha tersebut tidak berhasil. Sekitar satu jam kemudian, tubuh korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa, dengan darah keluar dari hidung.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres TTS tiba di lokasi sekitar pukul 18.59 WITA setelah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Eonbesi, Bripka Slamet Supriyadi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka lecet dan memar di kedua telinga, keluarnya darah dan busa dari hidung, serta kekakuan pada tangan dan kaki bagian kiri.

Dokter dari Puskesmas Kapan, dr Elaine Sianturi, yang melakukan pemeriksaan medis awal, menduga korban meninggal akibat tenggelam. Namun, pemeriksaan lebih lanjut sebenarnya diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan ke ranah hukum dan memakamkan korban sesuai adat setempat.

“Berdasarkan olah TKP, keterangan saksi, dan hasil pemeriksaan medis, kuat dugaan korban meninggal karena kecelakaan,” ujar AKP I Wayan Pasek Sujana, Sabtu (1/11/2025).

Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan pakaian korban sebagai barang bukti. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update