Notification

×

Iklan

Pariwisata dan UMKM Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Kamis, 20 November 2025 | 10:11 WIB Last Updated 2025-11-20T03:11:00Z

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka acara Temu Responden

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah membuka acara Temu Responden dan Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar 2025 di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Rabu (19/11/2025).

Mengusung tema “Transformational Leadership & Resilient Entrepreneurship for West Sumatra’s Economic Resurgence”, kegiatan ini menekankan pentingnya inovasi dan kecepatan dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Mahyeldi menegaskan bahwa Sumbar harus mampu bergerak lebih proaktif, memanfaatkan potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia yang dimiliki.

“Sumbar tidak boleh hanya mengikuti arus. Kita harus mampu menciptakan lompatan dan menghadirkan terobosan,” ujar Mahyeldi.

Dalam RPJMD Sumbar 2025–2029, arah pembangunan telah disesuaikan dengan RPJMN, dengan target pertumbuhan ekonomi 7,3 persen pada 2029 dan PDRB per kapita Rp94,85 juta. Untuk mencapainya, Sumbar diperkirakan membutuhkan investasi senilai Rp80 triliun hingga Rp120 triliun selama empat tahun mendatang.

“Tantangannya berat, ruang fiskal terbatas, tetapi orang Minang tidak pernah gentar menghadapi situasi sulit. Dengan keteguhan yang lebih kuat dari batu karang, kita akan bekerja keras untuk mencapai target tersebut,” tambahnya.

Mahyeldi menyebut tiga fondasi utama pembangunan Sumbar, yakni: misi jangka panjang yang fokus pada pertanian, perdagangan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi hijau; penguatan inovasi digital dan kolaborasi; serta efisiensi dan akuntabilitas, dengan prinsip bahwa pertumbuhan ekonomi harus langsung berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Strategi konkret yang akan ditempuh meliputi peningkatan kualitas investasi, khususnya pada hilirisasi, manufaktur, dan produktivitas pertanian; penyederhanaan regulasi dan perizinan agar lebih ramah investor; digitalisasi ekonomi untuk memperkuat UMKM dan petani; revitalisasi infrastruktur seperti Pelabuhan Teluk Bayur, jalur kereta Sawahlunto–Padang, dan Bandara BIM; serta penguatan sumber daya manusia dan kewirausahaan.

Mahyeldi menargetkan sektor pariwisata menjadi lokomotif pertumbuhan baru karena memiliki efek berantai terhadap kuliner, akomodasi, transportasi, dan UMKM. Data BPS menunjukkan pertanian menyumbang 21,76 persen PDRB Sumbar, diikuti perdagangan 16,41 persen yang sebagian besar digerakkan UMKM.

“Pembangunan bukan sekadar membangun jalan dan jembatan, tapi juga martabat rakyat. Dengan kerja keras dan kebersamaan, Sumbar bisa menjadi kekuatan ekonomi utama di Sumatera dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045,” tutup Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menekankan pentingnya data lapangan sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi yang akurat. “Kebijakan yang dihasilkan dari Temu Responden ini tidak hanya bersandar pada teori, tetapi juga fakta dan dinamika yang terjadi di lapangan,” jelas Majid.

Ia menambahkan, sinergi antara BI dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update