Notification

×

Iklan

Menteri ATR, Tata Ruang Kunci Wujudkan Empat Visi Presiden

Rabu, 12 November 2025 | 00:37 WIB Last Updated 2025-11-11T17:37:00Z

Menteri Nusron saat berbicara pada acara peringatan Hantaru di Jaksel

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan bahwa penataan ruang harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan empat visi besar Presiden Prabowo Subianto, yaitu ketahanan pangan, kemandirian energi, industrialisasi nasional, dan penyediaan perumahan terjangkau bagi rakyat.

Menurut Nusron, keempat visi tersebut saling terkait erat dan membutuhkan pengelolaan ruang yang tepat. “Ketahanan pangan memerlukan lahan yang terlindungi, ketahanan energi juga bergantung pada lahan, begitu pula industrialisasi dan pembangunan perumahan murah. Semua membutuhkan ruang yang sama,” ujarnya dalam Sarasehan Hari Tata Ruang (HANTARU) yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).

Menteri Nusron menegaskan, tata ruang berperan sebagai pengatur keseimbangan pembangunan agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan antar sektor. Oleh karena itu, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah harus selaras dengan arah pembangunan nasional.

“Kita harus memastikan niat pembangunan itu tepat dari awal. Jika niatnya salah, tata ruang juga akan keliru. Kesalahan dalam tata ruang berarti pemahaman kita terhadap visi pembangunan itu sendiri tidak tepat,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Kementerian ATR/BPN akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan 2.000 RDTR dalam dua tahun ke depan. Dengan tata ruang yang sinkron dan berkeadilan, kementerian optimistis pembangunan Indonesia akan lebih terarah, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi, kemajuan industri, hingga akses perumahan yang adil bagi seluruh rakyat.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, turut menyoroti pentingnya RDTR sebagai dasar membangun kota yang berkarakter dan berkelanjutan. “RDTR memang mengatur zonasi dan penempatan pembangunan. Namun, lebih dari itu, RDTR diharapkan dapat mengubah kota menjadi kota impian: berkelanjutan, hijau, dan inklusif,” jelasnya.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. Ketua Ikatan Ahli Perencana Indonesia, Hendricus Andy Simarmata, juga memberikan sambutan dalam Sarasehan HANTARU 2025.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update