Notification

×

Iklan

Lahan 300 Hektare Disewakan, Dua Pejabat Kementan Dicopot di Tempat

Kamis, 13 November 2025 | 18:15 WIB Last Updated 2025-11-13T11:15:00Z

Mentan Amran Sulaiman mencopot pejabat eselon II dan III Kementerian Pertanian yang terbukti menyewakan lahan negara. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dengan mencopot sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti menyewakan lahan negara seluas 300 hektare kepada pihak luar.

Tindakan itu dilakukan Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lahan percobaan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis (13/11/2025).

“Kita ini punya teknologi, alat, sumber daya manusia, dan lahan yang memadai, tapi malah disewakan ke orang lain. Ini jelas tidak bisa diterima. Hari ini juga saya copot direktur dan pejabat eselon tiganya, dan surat keputusannya langsung saya serahkan di lapangan,” tegas Amran.

Ia mengungkapkan, dari total 300 hektare lahan yang dimiliki BRMP Sukamandi, hanya sekitar satu hektare yang digunakan sesuai fungsi, sementara sisanya disewakan kepada pihak luar. Ia pun memerintahkan agar seluruh lahan tersebut segera dikembalikan untuk kepentingan riset dan pengembangan pertanian nasional.

“Saya lihat hanya satu hektare yang benar-benar dikelola, sisanya 299 hektare disewakan. Mulai hari ini, lahan itu harus dikerjakan kembali. Saya beri waktu tiga bulan untuk membuktikan hasilnya,” ujar Amran.

Mentan menegaskan, dirinya akan terus bertindak tanpa kompromi terhadap setiap pelanggaran serupa. Ia juga mengubah pola kerja birokrasi agar lebih cepat dan responsif terhadap penyimpangan di lapangan.

“Sekarang tidak perlu rapat panjang di kantor. Kalau ada pelanggaran, keputusan diambil langsung di tempat. Kalau nanti saya temukan lagi kasus seperti ini, akan saya copot lagi,” katanya.

Menurut Amran, kebijakan tegas ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan institusional dalam menjaga amanah rakyat agar aset negara digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik.

“Kalau ada yang salah, kita perbaiki. Tapi jangan biarkan sedikit pun penyimpangan merusak kepercayaan rakyat. Ini amanah besar yang harus dijaga,” tuturnya.

Amran juga menegaskan bahwa lahan percobaan seperti BRMP harus berfungsi sebagai pusat inovasi dan pengembangan benih unggul nasional. Ia meminta seluruh BRMP di Indonesia untuk menghasilkan bibit terbaik dan menjadi teladan bagi para petani di sekitarnya.

“Saya minta seluruh BRMP di Indonesia menanam bibit unggul dan menjadi contoh bagi petani sekitar. Gunakan teknologi terbaik dan tunjukkan hasil yang maksimal. BRMP harus jadi pelopor kemajuan pertanian nasional,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update