Notification

×

Iklan

Koto Tangah Terparah, Ribuan Warga Mengungsi

Minggu, 30 November 2025 | 19:13 WIB Last Updated 2025-11-30T12:13:00Z

Tim Reaksi Cepat (TRC) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kota Padang 

Padang, Rakyatterkini.com – Kota Padang kembali diterpa duka. Banjir bandang dan longsor yang melanda sejak Jumat (28/11/2025) dini hari meninggalkan kerusakan besar serta korban jiwa. Hingga Jumat malam, tercatat delapan orang meninggal dunia dan puluhan ribu warga terdampak.

Kabar duka ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton. Ia memaparkan bahwa seluruh korban tewas akibat terseret arus sungai yang meluap dengan cepat.

Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Dari total korban jiwa, enam ditemukan di Lubuk Minturun, satu di Ikur Koto, dan satu lainnya di Pasie Nan Tigo. Hendri memastikan seluruh jenazah telah dievakuasi oleh tim gabungan.

Selain menelan korban jiwa, bencana ini mengguncang kehidupan puluhan ribu warga. Total 31.845 penduduk Padang terdampak secara langsung, dengan jumlah terbesar berada di Koto Tangah sebanyak 21.488 jiwa, disusul Padang Utara dengan 4.898 jiwa. Kondisi ini memaksa 17.220 warga mengungsi ke posko-posko yang tersebar di berbagai titik.

Kerusakan infrastruktur juga terbilang berat. Meskipun pendataan masih berlangsung, laporan sementara menunjukkan sejumlah fasilitas vital lumpuh. Tiga bangunan SD rusak berat, menghambat kegiatan belajar mengajar. Lima jembatan di Kecamatan Kuranji, Pauh, dan Koto Tangah mengalami kerusakan besar, bahkan satu jembatan di Kuranji hanyut tersapu banjir padahal merupakan jalur penting bagi mobilitas warga.

Tiga ruas jalan utama juga dilaporkan rusak parah. Putusnya akses sepanjang 60 meter di Kecamatan Pauh menyebabkan beberapa area terisolasi. Di sektor pertanian, lahan-lahan warga di Kapalo Koto, Pauh, turut mengalami kerusakan signifikan.

Fasilitas ibadah dan permukiman pun tak luput dari dampak. Sebuah musala di Lambung Bukit, Pauh, mengalami rusak berat. Pusdalops BPBD mencatat 156 unit rumah terdampak, dengan Pauh menjadi wilayah dengan kerusakan hunian terbanyak yakni 80 unit.

Bencana ini semakin memperburuk situasi warga dengan terhentinya layanan air bersih. Sekitar 100.000 pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang tidak mendapatkan pasokan air sejak Selasa lalu akibat kerusakan serius pada delapan IPAL serta intake air baku. Kondisi ini membuat banyak warga terpaksa memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD Kota Padang menegaskan bahwa data kerusakan masih dapat berubah. Pembaruan akan terus dilakukan seiring proses asesmen di lapangan. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update