Notification

×

Iklan

Kemnekraf Fasilitasi Kolaborasi Pelaku Industri Fotografi

Minggu, 09 November 2025 | 20:34 WIB Last Updated 2025-11-09T13:34:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemnekraf) menggelar dialog nasional untuk memperkuat ekosistem fotografi di Indonesia sebagai bagian vital dari subsektor ekonomi kreatif.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemnekraf, Agustini Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi platform bagi pelaku industri fotografi untuk menyampaikan tantangan dan dinamika yang mereka hadapi di lapangan.

“Kami ingin mendengar langsung dari para fotografer. Salah satu peran kami adalah membuka jalur distribusi dan komersialisasi agar roda ekonomi kreatif terus bergerak,” ujar Agustini dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Dialog nasional bertajuk “Mendengar dari Balik Lensa”, yang digelar pada Jumat (7/11) di Jakarta, merupakan respons atas maraknya perdebatan terkait etika fotografi di ruang publik. Acara ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara fotografer, komunitas, dan regulator, sehingga tercipta ekosistem fotografi yang aman, produktif, dan sehat.

Agustini menambahkan bahwa sejumlah kasus belakangan ini mengganggu alur kerja dan interaksi di industri fotografi.

“Kami hadir untuk memfasilitasi penyelesaian masalah secara kolaboratif, bukan untuk saling menyalahkan. Pemerintah bukan regulator yang menakutkan, tetapi fasilitator yang menjembatani kepentingan bersama,” tegasnya.

Melalui dialog ini, Kemnekraf berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara pelaku industri, komunitas, dan pemerintah, guna memperkuat tata kelola fotografi nasional.

Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemnekraf, Iman Santosa, menekankan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem fotografi yang aman dan nyaman.

Ke depan, Kemnekraf akan menyusun rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah serta kementerian terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk merumuskan solusi nyata yang memastikan perlindungan hukum dan kenyamanan bagi semua pihak.

Sementara itu, fotografer profesional Jerry Aurum menyambut positif inisiatif Kemnekraf.

“Fotografi bukan sekadar karya visual, tetapi juga mencerminkan perspektif terhadap manusia dan ruang publik. Perlindungan hukum dan kebebasan berekspresi harus berjalan seimbang,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update