Notification

×

Iklan

Kemkomdigi Sediakan Internet untuk Sekolah Rakyat

Jumat, 07 November 2025 | 14:11 WIB Last Updated 2025-11-07T07:11:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat melalui penyediaan akses internet untuk program Sekolah Rakyat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperluas pemerataan pendidikan digital di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan bahwa penyediaan jaringan internet di Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Kami berkomitmen mendukung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat melalui penyediaan akses internet yang memadai. Inisiatif ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dengan menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Fifi saat acara di Yogyakarta, Kamis.

Fifi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital menjadi fondasi penting agar proses belajar tidak terbatas oleh keterbatasan teknologi. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan pemerataan pendidikan dan transformasi digital di seluruh pelosok negeri.

Kebijakan ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, di mana keberhasilan Sekolah Rakyat menjadi tanggung jawab lintas kementerian, tidak hanya Kementerian Sosial.

Kemkomdigi berkomitmen memperluas dukungan serupa di berbagai daerah agar tidak ada warga yang tertinggal dalam transformasi pendidikan digital nasional.

Sementara itu, Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, Erdittya Ekanovie, menyatakan bahwa para siswa kini mulai beralih dari metode pembelajaran manual ke sistem digital berbasis Learning Content Management System (LCMS).

“Setelah laptop diterima, kami langsung melakukan instalasi dan menyiapkan LCMS ‘Sekolahku’. Nantinya, 200 siswa akan menggunakan 200 laptop yang telah disediakan,” jelas Erdittya.

Ia menambahkan, LCMS memungkinkan siswa mengerjakan tugas langsung melalui laman web, menggantikan metode berbasis kertas. “Kami tengah menyiapkan tutorial agar siswa terbiasa menyalakan laptop, membuka LCMS, hingga mengunggah tugas. Targetnya, pada semester depan seluruh kegiatan sudah berjalan secara digital,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update