Notification

×

Iklan

Kemenag Sumbar Terapkan Ekoteologi di Madrasah

Jumat, 07 November 2025 | 21:15 WIB Last Updated 2025-11-07T14:15:00Z

Plt Kakanwil Kemenag Sumbar, Edison.

Padang, Rakyatterkini.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meluncurkan gerakan ekoteologi di madrasah melalui dua program unggulan: Gerakan Madrasah Mengelola Sampah Sehat dan Berteknologi (Gemmes Berseri) serta Sinergi dan Integrasi Ilmu Guru Madrasah (Sigma).

“Program ekoteologi ini menekankan peran manusia sebagai khalifah di bumi yang wajib menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, saat ditemui di Padang, Kamis.

Edison menambahkan, masih terdapat madrasah yang membakar sampah plastik, sebuah praktik yang harus dihentikan karena bertentangan dengan ajaran Islam serta peraturan lingkungan hidup.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah. Pembakaran sampah tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah,” tegas Edison.

Sejalan dengan itu, Kemenag Sumbar mewajibkan seluruh madrasah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik paling lambat akhir Desember 2025. Madrasah juga didorong bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun lembaga pengelola sampah untuk menerapkan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam waktu dekat, Kanwil Kemenag Sumbar akan menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu lembaga pengelola sampah terkemuka di Kota Padang sebagai mitra strategis.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sumbar, Hendri Pani Dias, menjelaskan bahwa Gemmes Berseri dan Sigma dirancang sebagai program inovatif untuk meningkatkan literasi lingkungan berbasis sains dan nilai-nilai keislaman di madrasah.

“Kami ingin mengubah paradigma lama. Selama ini madrasah membayar untuk membuang sampah, ke depan madrasah justru bisa memanfaatkan sampah untuk menghasilkan nilai ekonomi,” jelas Hendri.

Kedua program ini dijadwalkan resmi diluncurkan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada 15 November 2025, bertepatan dengan Seminar Wakaf Internasional di Kota Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update