Notification

×

Iklan

Kakorlantas Tekankan Pendekatan Humanis dalam Operasi Zebra

Minggu, 16 November 2025 | 17:44 WIB Last Updated 2025-11-16T10:44:00Z

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Korlantas Polri akan melaksanakan Operasi Zebra 2025 pada 17–30 November 2025, dan langkah ini mendapat sambutan positif dari publik.

Pengamat kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai kebijakan Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, tepat sebagai momentum untuk menghadirkan rasa aman, keselamatan, dan keadilan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk ojek online (ojol) dan pejalan kaki yang terdampak langsung.

Menurut Nasky, Operasi Zebra 2025 juga merupakan respons Polri terhadap hasil analisis keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama tiga bulan terakhir, termasuk maraknya balap liar di jalan raya.

“Sebagai bagian dari masyarakat sipil, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kakorlantas Polri beserta jajaran Polantas di seluruh Indonesia yang menekankan pendekatan humanis dan edukatif,” ujar Nasky kepada wartawan, Minggu (16/11/2025).

Dia menambahkan, “Operasi tahunan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026.”

Founder Nasky Milenial Center itu juga menekankan bahwa kebijakan Kakorlantas Polri mencerminkan simbol moral penegakan keadilan dan kemanusiaan. “Langkah ini bukan sekadar menegakkan hukum, tetapi juga simbol keselamatan, keadilan, dan kemanusiaan bagi seluruh pengguna jalan,” tuturnya.

Nasky menegaskan, kebijakan Operasi Zebra 2025 yang menekankan keselamatan pejalan kaki dan ojol patut mendapat dukungan dari semua elemen bangsa. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Berdasarkan survei Litbang Kompas Oktober 2025, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 76,2 persen.

Menurut Nasky, keberhasilan Operasi Zebra tidak semata diukur dari jumlah penindakan tilang, tetapi juga dari terciptanya ruang jalan yang aman dan tertib. “Operasi ini bukan sekadar menghukum, tetapi juga memperbaiki citra Polri dan meningkatkan kepatuhan masyarakat. Keberhasilan sejati terlihat dari penurunan angka kecelakaan dan ketertiban di jalan,” katanya.

Menjelang pelaksanaan operasi, Kakorlantas Polri menekankan fokus utama pada keselamatan semua pengguna jalan, khususnya pejalan kaki. Irjen Agus Suryonugroho menyatakan bahwa perlindungan terhadap kelompok paling rentan merupakan bagian penting dari strategi nasional keselamatan lalu lintas.

“Pejalan kaki adalah simbol kemanusiaan di jalan raya. Mereka yang paling rentan harus dilindungi, bukan diabaikan,” ujar Irjen Agus, Sabtu (15/11/2025).(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update