Notification

×

Iklan

KAI Terima 14 Lokomotif Baru untuk Perkuat Angkutan Barang

Minggu, 23 November 2025 | 05:15 WIB Last Updated 2025-11-22T22:15:00Z

Lokomotif 

Jakarta, Rakyatterkini.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerima 14 lokomotif baru tipe CC 205 yang dikirim dari Progress Rail di Alabama, Amerika Serikat. Pengiriman ini merupakan batch ketiga dari total 54 unit yang dipesan. Dengan tambahan tersebut, KAI kini telah mengoperasikan 38 lokomotif baru untuk mendukung peningkatan layanan angkutan barang.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa hadirnya lokomotif baru akan memperbesar kapasitas dan meningkatkan keandalan angkutan batu bara serta logistik lain yang terus berkembang di wilayah Sumatera bagian selatan. Ia menegaskan bahwa penguatan sarana di kawasan tersebut sangat penting mengingat perannya sebagai salah satu jalur distribusi energi nasional.

Anne menjelaskan bahwa angkutan berbasis rel jauh lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan transportasi menggunakan truk. Satu rangkaian kereta batu bara dengan 61 gerbong berkapasitas 3.050 ton mampu menggantikan fungsi sekitar 120 truk kontainer berukuran 40 kaki. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan juga jauh lebih rendah.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, volume angkutan barang KAI mencapai 57.556.900 ton, naik 0,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Batu bara masih menjadi komoditas terbesar dengan total 47,77 juta ton atau 83 persen dari seluruh angkutan, terutama dari Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang.

Menurut Anne, kelancaran distribusi batu bara memiliki peran strategis bagi stabilitas energi nasional. Pasokan dari Sumatera menjadi tumpuan bagi berbagai pembangkit listrik di wilayah Jawa dan Bali.

“Angkutan batu bara dengan kereta api memastikan pasokan energi di Jawa dan Bali tetap aman, mendukung sektor kesehatan, pendidikan, industri, hingga layanan publik. Penguatan sarana ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan dan mendorong kemajuan Indonesia,” ujar Anne dalam pernyataannya, Sabtu (22/11/2025).

KAI juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penghapusan truk over dimension over loading (ODOL) pada 2026 dengan memperkuat jaringan logistik berbasis rel yang lebih efisien, aman, berkapasitas besar, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri.

Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah beralih menggunakan Biosolar B40 sebagai langkah menuju transisi energi bersih dan dekarbonisasi sektor transportasi berbasis rel, sejalan dengan target Net Zero Emission 2060.

Dalam rencana jangka panjang, KAI menargetkan pertumbuhan angkutan barang sebesar 15 persen pada 2029, dengan proyeksi mencapai 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton angkutan nonbatu bara.

Sumatera Selatan diperkirakan menjadi pusat ekspansi angkutan barang berbasis rel dengan tambahan kontribusi 27,8 juta ton. Penguatan sarana dan infrastruktur ini diyakini menjadi dasar penting bagi pertumbuhan sektor logistik nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update