Notification

×

Iklan

Indra Soroti Produktivitas Timnas Jelang SEA Games 2025

Minggu, 16 November 2025 | 19:45 WIB Last Updated 2025-11-16T12:59:45Z

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, menegaskan bahwa skuad asuhannya tidak bisa disamakan dengan tim era Gerald Vanenburg. 

Pernyataan itu disampaikan usai Garuda Muda menelan kekalahan 0-3 dari Mali U-22 dalam laga uji coba perdana di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (15/11/2025) malam.

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia harus mengakui keunggulan Mali melalui gol cepat Sekou Doucore di menit kelima, disusul sepakan Wilson Samake menit ke-35, dan penyelesaian akhir Moulaye Haidara pada masa injury time babak kedua. 

Garuda Muda yang tampil agresif tetap kesulitan memaksimalkan peluang, sehingga perbandingan dengan era Vanenburg kembali mencuat.

Pada masa kepemimpinan Vanenburg, tim muda Indonesia memang sempat kesulitan mencetak gol saat menghadapi lawan selevel atau lebih kuat. Mereka tampil kurang meyakinkan pada Piala AFF U-23 serta Kualifikasi Piala Asia U-23 pada Juni dan September lalu. Situasi yang hampir serupa saat melawan Mali membuat publik kembali mengaitkannya dengan performa di periode tersebut.

Indra mengakui persoalan efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar. Namun ia menolak jika kekurangan tersebut dijadikan pembanding dengan era sebelumnya, karena menurutnya komposisi pemain kini sudah berbeda total.

“Kami memang masih kesulitan mencetak gol, kecuali saat menghadapi Makau dan Brunei. Namun tim ini berbeda dengan yang tampil di AFF maupun Kualifikasi Piala Asia,” tegas Indra dalam sesi konferensi pers, Sabtu malam.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran pemain-pemain abroad seperti Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra membawa dinamika baru dalam permainan tim. Karena itu, ia menilai hasil di ajang kualifikasi sebelumnya tidak bisa dijadikan acuan untuk menilai kekuatan Timnas U-22 saat ini.

“Komposisi pemain berbeda, termasuk beberapa pemain abroad seperti Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra. Jadi hasil kualifikasi kemarin tidak relevan untuk dijadikan ukuran,” ujarnya.

Meski demikian, Indra menegaskan ada banyak hal yang harus segera dibenahi, terutama aspek produktivitas menjelang keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand pada Desember mendatang.

“Ada beberapa catatan penting yang perlu kami perbaiki sebelum tampil di SEA Games,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas lawan di SEA Games tidak dapat disamakan dengan Mali yang tampil begitu dominan. Meski jumlah peluang Indonesia tidak banyak, Indra menilai hal tersebut tetap menjadi modal awal yang harus diperbaiki.

“Kualitas lawan di SEA Games berbeda dengan malam ini, jadi tidak bisa langsung dibandingkan. Kami memang memiliki beberapa peluang, meski tidak banyak, dan itu akan terus kami benahi,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update