Notification

×

Iklan

Harga Beras Turun, Pengawasan Tetap Diperketat

Minggu, 02 November 2025 | 14:44 WIB Last Updated 2025-11-02T07:44:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga beras agar kebutuhan pangan masyarakat di seluruh Indonesia tetap terpenuhi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa harga beras nasional telah menunjukkan tren penurunan berkat berbagai langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah.

“Harga beras sudah menurun di seluruh Indonesia. Namun, kita tidak boleh lengah. Ke depan, pengawasan akan dijalankan lebih ketat,” kata Amran di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Meskipun terjadi penurunan harga, pemerintah tetap memperkuat koordinasi lintas sektor dan pengawasan agar kestabilan harga beras terjaga. “Pemerintah tetap harus menjadi pengendali utama harga beras,” tegasnya.

Untuk memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), Bapanas bersama Satgas Pengendalian Harga Beras terus melakukan pemantauan di seluruh provinsi. Amran menjelaskan, beberapa wilayah, khususnya daerah non-penghasil beras seperti Papua, masih mencatat harga di atas HET. Namun di Merauke, berkat keberadaan food estate, harga beras relatif stabil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu keempat Oktober 2025, terdapat 225 kabupaten/kota yang mencatat penurunan harga beras, meningkat 25,69 persen dibandingkan minggu pertama Oktober. Dari 38 provinsi, 33 provinsi mengalami penurunan harga, dengan Papua Selatan mencatat depresiasi tertinggi sebesar 1,56 persen. Secara nasional, harga beras medium turun 1,65 persen, sedangkan beras premium turun 0,69 persen dibanding September 2025.

Satgas Pengendalian Harga Beras sendiri dibentuk melalui Keputusan Kepala Bapanas Nomor 375 Tahun 2025 pada 20 Oktober lalu. Satgas ini beranggotakan unsur pengarah hingga pelaksana di 38 provinsi, dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri di masing-masing daerah.

Selain itu, pemerintah melalui Perum Bulog terus mengoptimalkan distribusi beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan harga di tingkat konsumen, terutama beras medium yang menjadi favorit masyarakat menengah ke bawah.

Hingga 30 Oktober 2025, realisasi penjualan beras SPHP telah mencapai 564,6 ribu ton, sementara stok beras Bulog masih cukup besar, yakni 3,91 juta ton. Dari jumlah tersebut, 3,75 juta ton merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan sisanya stok komersial.

Sepanjang 2025, Bapanas menugaskan Bulog menyalurkan CBP melalui berbagai program, seperti operasi pasar, bantuan pangan beras, dan bantuan bencana/darurat. Hingga akhir Oktober, 1,004 juta ton CBP telah tersalurkan ke masyarakat, dan distribusinya akan terus ditingkatkan hingga akhir tahun.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update