Notification

×

Iklan

Gubernur Sumbar Terima Kunjungan Dato’ Ahmad Azam dari Malaysia

Senin, 10 November 2025 | 21:00 WIB Last Updated 2025-11-10T14:04:06Z

Gubernur Mahyeldi terima audiensi Dato' Ahmad Azzam. 

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menerima kunjungan Dato’ Haji Ahmad Azam Ab Rahman, Presiden Wadah Pencerdasan Umat Malaysia (WADAH) sekaligus Penasihat Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri Malaysia untuk urusan hubungan antarbangsa, di Istana Gubernuran Padang, Senin (10/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dato’ Ahmad Azam datang bersama rombongan berjumlah 25 orang. Pertemuan membahas sejumlah isu penting, termasuk penghargaan internasional terhadap Buya Hamka, penguatan kerja sama lintas negara di bidang sosial dan budaya, serta pengembangan wisata religi di kawasan Maninjau.

Dato’ Ahmad Azam menekankan bahwa Buya Hamka merupakan ulama dan cendekiawan besar yang sangat dihormati di Malaysia. Pemikiran dan karya Buya Hamka telah menjadi sumber inspirasi di berbagai perguruan tinggi, seperti Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), Universiti Kuala Lumpur (UNIKL), dan Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) di Kedah. 

Malaysia sangat menghargai kontribusi Buya Hamka terhadap peradaban Islam dan Melayu, sehingga pihaknya ingin memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk melestarikan warisan tokoh besar asal Minangkabau tersebut.

Selain membahas Buya Hamka, Dato’ Ahmad Azam juga menyoroti potensi wisata sejarah dan religi di kawasan Maninjau yang mulai menarik perhatian wisatawan Malaysia. 

Ia menilai daya tarik wisata terkait Buya Hamka memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut, namun membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama fasilitas penginapan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan mengajak pihak Malaysia, termasuk perantau dan pelaku usaha, untuk berinvestasi di sektor pariwisata Sumatera Barat, termasuk pembangunan hotel di sekitar Maninjau yang dapat mendukung Masjid dan Museum Buya Hamka.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terbuka untuk kolaborasi dan investasi yang mendorong pengembangan potensi daerah, terutama di sektor wisata sejarah dan religi. Kehadiran tokoh seperti Dato’ Ahmad Azam tentu mempererat hubungan baik antara Sumatera Barat dan Malaysia,” ujar Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan warisan intelektual para ulama dan cendekiawan Minangkabau. 

Selain Buya Hamka, pertemuan ini juga menyinggung kontribusi tokoh Minang lainnya yang berpengaruh di tingkat internasional, seperti Raja Sulaiman di Filipina dan Rumah Gadang Fatimah di Thailand.

Dato’ Ahmad Azam menekankan perlunya dokumentasi sejarah dan penghargaan terhadap tokoh-tokoh Minangkabau yang telah berkontribusi besar di berbagai negara. Gubernur Mahyeldi menyambut baik usulan tersebut, menilai langkah ini penting untuk memperkuat identitas dan peran Minangkabau di kancah global.

Mahyeldi juga menekankan pentingnya mempererat hubungan lintas negara antara Sumatera Barat dan Malaysia dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. 

“Sumatera Barat dan Malaysia memiliki ikatan sejarah, budaya, dan nilai keislaman yang kuat. Kerja sama di bidang pendidikan, sosial, dan budaya perlu terus ditingkatkan agar warisan intelektual dan spiritual para pendahulu terus bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Dato’ Ahmad Azam menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Gubernur Mahyeldi dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama antara Malaysia dan Sumatera Barat, terutama di bidang pendidikan, budaya, dan keagamaan. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update