Notification

×

Iklan

Festival Batik Sawahlunto 2025, Sinergi Pemko dan DPRD Sumbar Dorong Industri Kreatif Lokal Berdaya Saing Nasional

Sabtu, 08 November 2025 | 13:10 WIB Last Updated 2025-11-08T06:10:43Z

Festival Batik Sawahlunto.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Malam puncak Festival Batik Sumatera Barat 2025, yang berkolaborasi dengan Sawahlunto International Music Festival (SIMFes), berlangsung meriah di kawasan Taman Silo, Kota Sawahlunto. 

Perpaduan antara nuansa budaya dan kreativitas modern itu menandai langkah konkret dalam mengangkat industri batik dan songket lokal menuju panggung nasional.

Hadir dalam acara tersebut Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda Putra bersama Ketua GOW Ny. Kemala Jeffry Hibatullah, yang mendampingi Anggota DPRD Sumatera Barat Ny. Neldaswenti. 

Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Sawahlunto dan wakil rakyat Sumbar itu menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya lokal.

“Kami ingin membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Tidak hanya melatih para perajin, tapi juga memperluas jangkauan promosi digital dan menghubungkan UMKM dengan dunia pendidikan dan komunitas kreatif,” ujar Ny. Yori Gemitia Riyanda Putra, menegaskan komitmen Pemko Sawahlunto melalui Dekranasda.

“Batik dan songket Sawahlunto harus menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda tanpa kehilangan makna filosofinya,” lanjutnya.

Dalam puncak acara tersebut, pengunjung disuguhkan peragaan busana (fashion show) yang menampilkan ragam batik Sawahlunto dalam desain kontemporer dan seragam pelajar sekolah. 

Koleksi tersebut menunjukkan bahwa tradisi bisa bertransformasi menjadi karya modern yang menawan, mempertemukan nilai-nilai budaya dengan estetika masa kini.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar Ny. Neldaswenti menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap pelaku industri kreatif daerah. 

Ia mengungkapkan sebagian dana pokok pikiran (Pokir) turut dialokasikan untuk mendukung penyelenggaraan Festival Batik Sumatera Barat sebagai wujud nyata keberpihakan kepada perajin lokal.

"Sinergi antara kebijakan legislatif dan kebutuhan para pelaku kreatif harus terus diperkuat. Dukungan dalam bentuk akses pasar, pembiayaan, hingga regulasi yang berpihak pada perajin adalah kunci agar industri fashion berbasis kearifan lokal bisa tumbuh berkelanjutan,” jelas Neldaswenti.

Kolaborasi antara Pemko Sawahlunto dan DPRD Sumatera Barat tersebut menegaskan arah baru pembangunan daerah menggabungkan pelestarian budaya dengan inovasi ekonomi kreatif. 

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperluas peluang kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta menjaga eksistensi batik dan songket sebagai identitas daerah yang membanggakan.

Dengan dukungan lintas pemangku kepentingan, Sawahlunto kini menapaki babak baru sebagai kota budaya dan kreatif yang berkarakter kuat. 

Di setiap helai batik dan tenun songket yang dihasilkan, tersimpan kisah perjuangan dan semangat masyarakat yang menenun masa depan menjadikan warisan leluhur bukan sekadar kenangan, tetapi sumber inspirasi menuju Sawahlunto yang mandiri dan berdaya saing nasional. (Benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update