Notification

×

Iklan

Empat Tahun Menunggu, Replanting Sawit Menunjukkan Hasil, Petani Agam Panen Perdana

Jumat, 14 November 2025 | 06:17 WIB Last Updated 2025-11-13T23:17:52Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, panen sawit.

Agam, Rakyatterkini.com — Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong peremajaan (replanting) sawit rakyat mulai menunjukkan hasil positif. Setelah empat tahun, kebun sawit hasil program replanting kini mulai panen perdana.

Momentum ini ditandai dengan panen perdana kelapa sawit hasil replanting di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis, Kabupaten Agam, Kamis (13/11/2025).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi kepada para petani, pengurus dan anggota koperasi, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjalankan program ini secara konsisten.

“Program replanting di Sumatera Barat sudah berjalan sejak 2018. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dengan dukungan pendanaan dari BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit),” ujar Gubernur Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, sejak digulirkan, program ini telah memfasilitasi peremajaan sawit rakyat seluas 14.919 hektare. Program tersebut dibiayai melalui hibah BPDPKS yang berada di bawah Kementerian Keuangan.

“Dari tahun ke tahun, dukungan pendanaan juga meningkat. Pada 2018–2021 bantuan sebesar Rp25 juta per hektare, naik menjadi Rp30 juta di 2022–2024, dan tahun 2025 ini meningkat lagi menjadi Rp60 juta per hektare,” kata Mahyeldi.

Total dana BPDPKS yang telah disalurkan untuk program replanting sawit di Sumbar sejak 2018 mencapai sekitar Rp463 miliar.

Untuk Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis, bantuan diberikan dalam dua tahap. Pada 2020 seluas 143,75 hektare dan pada 2022 seluas 145,30 hektare, dengan total nilai bantuan sekitar Rp7,95 miliar.

“Capaian di Agam ini bisa menjadi contoh dengan manajemen yang baik dan pendampingan yang berkelanjutan, program replanting dapat menjaga bahkan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tambah Mahyeldi.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar menunjukkan, target replanting sawit rakyat di Sumbar pada tahun 2025 mencapai 5.400 hektare, yang tersebar di tujuh kabupaten: Dharmasraya (2.000 ha), Sijunjung (500 ha), Solok Selatan (500 ha), Pesisir Selatan (600 ha), Agam (500 ha), Pasaman (300 ha), dan Pasaman Barat (1.000 ha).

Bupati Agam Benni Warlis menyebut kegiatan panen perdana ini sebagai hasil nyata sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani.

“Inilah bukti kolaborasi dapat menghasilkan perubahan. Program ini bukan hanya soal peningkatan produksi, tapi juga tentang keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Manager PT AMP Plantation, Mr. Low Kim Seng, yang menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung program pemerintah di sektor perkebunan.

“Kami siap mendukung program replanting, baik di area perusahaan maupun di lahan plasma milik masyarakat,” ucapnya. (adpsb/nov/bud)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update