![]() |
| Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, membuka pertemuan Bunda PAUD. |
Ampek Angkek, Rakyatterkini.com— Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, secara resmi membuka pertemuan Bunda PAUD dan Ketua PKK se-Kabupaten Agam di Jiwa Malapeh, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, pada Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli PKK Agam, Ny. Maya Muhammad Iqbal dan Ny. Aswita Muhammad Lutfi, serta pengurus PKK Kabupaten Agam lainnya.
Dalam sambutannya, Ny. Merry Benni Warlis menekankan pentingnya peran aktif kader PKK dan Bunda PAUD dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya dalam upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC), stunting, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Ia menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden, program Primary Health Care (PHC) menjadi langkah strategis untuk menekan angka kasus TBC di Indonesia. Di Kabupaten Agam sendiri, ditargetkan 50 persen kasus TBC dapat diobati dan disembuhkan dalam lima tahun ke depan.
“Sedikitnya terdapat sekitar 5.000 warga Agam yang membutuhkan perhatian dan pengobatan. Karena itu, saya berharap para kader dapat menjadi pelopor sekaligus agen edukasi bagi masyarakat di lingkungan PKK,” ujar Ny. Merry.
Ia juga menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi guru dan pengasuh PAUD agar tidak menjadi perantara penularan penyakit kepada anak-anak.
Selain isu TBC, Ny. Merry turut menyoroti sejumlah program penting lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan stunting, kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, semua persoalan tersebut saling berkaitan dan perlu ditangani secara terpadu agar program pemerintah tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Agam, Handria Asmi, menekankan pentingnya penyelarasan program PKK dengan program unggulan (Progul) Bupati Agam. Salah satu di antaranya ialah pengembangan Nagari Creative Hub berbasis masjid yang tengah digerakkan di seluruh nagari di Agam.
Ia menjelaskan, program tersebut menjadikan masjid sebagai pusat berbagai aktivitas masyarakat — mulai dari kegiatan ekonomi seperti usaha daring, hingga kegiatan sosial, olahraga bela diri, dan pembinaan remaja masjid.
“Nagari Creative Hub berbasis masjid bukan sekadar tempat berkegiatan, melainkan wadah bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang bersama. Dari masjid, kita hidupkan kembali semangat kebersamaan, kemandirian, dan kreativitas,” tutur Handria.
Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara PKK, Bunda PAUD, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Agam yang sehat, mandiri, serta berkarakter kuat.(da*)


