Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengambil langkah tegas untuk menekan tingginya angka perkawinan anak di daerah tersebut. Bupati John Kenedy Azis menegaskan komitmennya dalam menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Perkawinan Anak, menilai isu ini sebagai tantangan serius yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia serta pembangunan daerah.
Upaya ini dimulai melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar di Aula Bapelitbangda Kabupaten Padang Pariaman, Senin (27/10/2025). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Wali Korong, instansi vertikal, hingga lembaga swasta, guna memastikan partisipasi luas dalam perumusan kebijakan.
Bupati John Kenedy Azis mengakui bahwa angka perkawinan anak di Padang Pariaman masih tergolong tinggi. Ia menekankan bahwa perkawinan dini memiliki dampak serius, mulai dari perkembangan psikologis dan emosional anak, kesehatan ibu dan anak, hingga berimplikasi pada keberlanjutan pembangunan daerah.
“Masalah ini bukan sekadar soal statistik, tetapi menyangkut masa depan generasi muda, hak-hak dasar anak, kesehatan ibu dan anak, serta kesinambungan pembangunan daerah,” tegasnya.
Bupati menekankan pentingnya forum konsultasi publik sebagai sarana partisipatif untuk menghasilkan RAD yang matang dan dapat diimplementasikan.
“RAD ini menjadi peta jalan kita. Dokumen ini akan memuat strategi, program, kegiatan, dan indikator kinerja yang jelas untuk lima tahun mendatang,” ujarnya menutup.(da*)


