Jakarta, Rakyatterkini.com — Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sejak Kamis (27/11/2025) menyebabkan wilayah tersebut terisolasi. Bencana ini menelan 11 korban jiwa, sementara 13 warga lainnya masih dilaporkan hilang.
Bupati Bener Meriah, Tagore, menginstruksikan percepatan penanganan tanggap darurat untuk membuka akses ke sejumlah daerah yang masih terputus. Upaya ini terus dilakukan hingga Jumat (28/11/2025).
“Data terus diperbarui seiring membaiknya akses di lapangan,” kata Tagore.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Tim SAR gabungan dikerahkan ke berbagai titik terdampak untuk mencari korban serta membuka jalur menuju kecamatan yang mengalami kerusakan terparah.
“Ada beberapa sasaran utama. Tim harus masuk ke Kecamatan Bener Kelipah, Permata (kem dan Pantan Antara), serta Mesidah. Pasokan logistik juga harus segera menjangkau warga. Jalur nasional Bener Meriah–Aceh Tengah ditargetkan tersambung kembali hari ini agar suplai dari Bulog bisa masuk,” ujarnya.
Tagore menambahkan, kondisi terisolasinya sejumlah wilayah mengharuskan pendistribusian bantuan dilakukan dengan skema darurat. Medan ekstrem membuat petugas harus mengandalkan kendaraan kecil dan bahkan berjalan kaki untuk membawa logistik.
Perbaikan akses juga belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena banyak titik masih tertutup material longsor. Pemerintah memastikan pembukaan jalan dilakukan dengan pengamanan ketat demi mempercepat distribusi kebutuhan pokok.
Bencana ini memutus hubungan Bener Meriah dengan sejumlah daerah lain di Aceh. Jalur nasional Bener Meriah–Aceh Tengah serta Bener Meriah–Bireuen lumpuh total akibat longsor besar. Sementara itu, Jalan Provinsi Bener Meriah–Lhokseumawe (eks KKA) juga rusak berat dan tidak dapat dilalui.
Kondisi tersebut menyebabkan distribusi bantuan terhambat. Untuk sementara, pemerintah memanfaatkan Bandara Rembele sebagai jalur alternatif guna mengangkut kebutuhan mendesak.
Penerbangan perintis melalui Bandara Rembele kini menjadi tumpuan untuk membawa bahan pokok, obat-obatan, dan perlengkapan darurat ke wilayah yang terisolasi. Pemerintah pusat turut memantau situasi untuk memastikan suplai logistik tetap tersalurkan.
Selain membuka akses darat dan udara, BNPB menyoroti pentingnya pemulihan jaringan komunikasi. Banjir di Bener Meriah serta Aceh–Sumut merusak sejumlah infrastruktur telekomunikasi, sehingga tim membawa perangkat internet satelit untuk memulihkan jaringan di daerah yang terputus.
Pemulihan komunikasi dianggap krusial untuk memperlancar koordinasi antarlembaga, terutama dalam pengaturan distribusi bantuan, pencarian korban, dan pemantauan kondisi dari kecamatan yang belum dapat dijangkau.
Upaya ini dilakukan seiring dengan pembersihan material longsor dan perbaikan jembatan di berbagai titik. Keberadaan jaringan komunikasi darurat diharapkan mempercepat pemulihan akses vital yang hingga kini masih terputus.(da*)


