Notification

×

Iklan

Balita Spina Bifida di Padang Dapat Alat Bantu Jalan

Sabtu, 22 November 2025 | 20:14 WIB Last Updated 2025-11-22T14:28:39Z

UPZ Semen Padang beri bantuan balita penderita spina bifida di Bandar Buat.

Padang, Rakyatterkini.com — Senyum ceria seorang balita kembali terdengar di rumah kontrakan sederhana di Jalan Kalumpang Nomor 16, RT 001 RW 007, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Balita berusia satu tahun empat bulan itu, HNR, menjadi sumber kebahagiaan bagi pasangan muda Erwina Aprilia Fitri (23) dan Yudha Pratama (26).

Lahir pada 24 Juli 2024, HNR menghadapi tantangan sejak lahir karena didiagnosis spina bifida, kelainan bawaan yang menyebabkan tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak berkembang sempurna, sehingga memunculkan celah pada tulang belakang. 

Kondisi ini memengaruhi saraf kaki HNR, menimbulkan kelemahan, dan membutuhkan alat bantu agar ia dapat belajar berjalan seperti anak seusianya.

Perjalanan HNR tidak mudah. Ia telah menjalani dua operasi, pertama saat berusia dua minggu dan kedua saat tujuh bulan. Masih ada operasi lanjutan yang harus dijalani untuk memperbaiki saraf kakinya.

Di tengah perjuangan itu, hadir bantuan dari UPZ BAZNAS Semen Padang berupa satu set Dennis Brown splint, sepasang sepatu khusus yang dihubungkan oleh batang untuk mengoreksi kaki HNR saat belajar berjalan.

Bagi keluarga kecil ini, alat tersebut bukan sekadar sepatu, melainkan simbol harapan.

“Sebagai orang tua, kami sangat bersyukur dan terharu atas bantuan Dennis Brown splint ini. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan UPZ BAZNAS Semen Padang. Semoga PT Semen Padang semakin sukses,” ujar Erwina dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya, Senin (17/11/2025).

Erwina masih mengingat jelas kekhawatirannya ketika dokter pertama kali menjelaskan kondisi HNR. “Kami khawatir tentang bagaimana ia akan tumbuh, apakah bisa berjalan normal, dan bagaimana masa depannya,” ungkapnya.

Kini, setelah mulai menggunakan Dennis Brown splint, perlahan muncul perubahan yang menumbuhkan optimisme. “Kami ingin melihat perkembangan sedikit demi sedikit, dan itu membuat kami semakin semangat. Bantuan ini bukan sekadar alat, tapi harapan,” tambahnya.

Setiap malam, Erwina membimbing jemari HNR menyentuh sepatu khusus itu sambil berbisik lembut, seolah memberi semangat: “Bentar lagi bisa jalan, ya, Nak.”

Yudha bekerja di pabrik roti rumahan, sementara Erwina mengurus rumah tangga sekaligus merawat HNR. Kondisi HNR membutuhkan perhatian ekstra, dan biaya pengobatan serta terapi tidak selalu tercukupi, apalagi untuk alat koreksi kaki yang mahal.

Bantuan ini datang berkat informasi dari seorang teman. “Awalnya kami tidak yakin bisa mendapatkannya, tapi kami coba. Alhamdulillah, bantuan ini benar-benar diberikan,” kata Erwina. Bagi keluarga ini, dukungan tersebut menjadi penyemangat di tengah tantangan.

Antoni Saputra, Staf Realisasi dan Pelaporan UPZ BAZNAS Semen Padang, menjelaskan bahwa bantuan ini bagian dari Program Kesehatan yang menyasar anak-anak dengan kondisi khusus. 

“Program ini sudah berjalan lebih dari setahun. Alat seperti Dennis Brown splint penting untuk merangsang kemampuan berjalan dan mengoreksi kaki sejak dini,” ujarnya.

Menurut Antoni, semangat keluarga HNR dalam menjalani pengobatan dan terapi menjadi alasan utama UPZ BAZNAS Semen Padang memberikan dukungan penuh. Bantuan untuk HNR bersumber dari zakat karyawan PT Semen Padang senilai Rp5 juta, mencakup pembelian sepatu khusus, biaya transportasi ke rumah sakit, serta dukungan berupa susu dan popok bayi.

“Semoga HNR bisa berkembang lebih baik dan kelak berjalan normal seperti anak-anak lainnya,” tutup Antoni.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update