Notification

×

Iklan

AS Tegaskan Rencana Lanjutkan Uji Coba Nuklir

Kamis, 13 November 2025 | 17:38 WIB Last Updated 2025-11-13T10:38:00Z

Amerika Serikat menegaskan rencananya untuk menguji coba senjata nuklir

Jakarta, Rakyatterkini.com – Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan niatnya untuk melanjutkan uji coba senjata nuklir. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam pertemuan para menteri luar negeri negara-negara G7 yang digelar di Kanada pada Rabu (12/11/2025).

Rubio menjelaskan bahwa keputusan Presiden Donald Trump tersebut tidak hanya mencakup pengujian senjata nuklir, tetapi juga sistem pengiriman senjata tersebut.

“Presiden Trump berkomitmen untuk melanjutkan uji coba kemampuan nuklir, termasuk sistem pengirimannya, sebagaimana dilakukan oleh beberapa negara lain di dunia,” ujar Rubio, dikutip dari Sputnik, Kamis (13/11/2025).

Lebih lanjut, Rubio menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembicaraan baru antara Washington dan Moskow terkait perjanjian pengendalian senjata nuklir pengganti New START yang telah berlaku selama bertahun-tahun.

“Belum ada negosiasi aktif yang berjalan. Meski demikian, ada diskusi mengenai kemungkinan pembicaraan lanjutan dengan Rusia. Mereka telah menunjukkan ketertarikan secara terbuka, dan kami sedang mempertimbangkannya,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, para menteri luar negeri G7 menyuarakan kekhawatiran terhadap ekspansi militer dan peningkatan kapasitas nuklir China. Mereka mendesak Beijing untuk lebih transparan dalam pelaporan kegiatan militernya.

“Kami prihatin terhadap peningkatan kekuatan militer China dan perkembangan pesat persenjataan nuklirnya. Kami menyerukan agar Beijing menunjukkan komitmen terhadap stabilitas regional melalui langkah transparansi yang lebih besar,” bunyi pernyataan bersama G7.

Sebelumnya, Trump menegaskan pentingnya segera memulai kembali pembicaraan denuklirisasi dengan China dan Rusia. Ia menyebut bahwa Amerika Serikat telah membahas isu tersebut dengan kedua negara dan siap melanjutkan dialog.

Namun, sebelum dialog berlangsung, Trump memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk mengaktifkan kembali program uji coba nuklir yang telah dihentikan selama 33 tahun. Ia menuding sejumlah negara melakukan uji coba senjata nuklir secara diam-diam.

Trump juga menyatakan kekhawatirannya terhadap kemajuan teknologi nuklir China yang dinilai berkembang pesat. Menurutnya, dalam lima tahun ke depan, kemampuan nuklir China bisa menyaingi, bahkan melampaui Amerika Serikat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update