Notification

×

Iklan

Anggaran Ratusan Juta, BUMDes Koto Baru Singingi Hilir Perlu Diselidiki APH

Selasa, 18 November 2025 | 11:07 WIB Last Updated 2025-11-18T04:07:19Z

Kantor Kepala Desa Koto Baru, Singingi Hilir, Kuansing.

Kuansing, Rakyatterkini.com - Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Koto Baru, Singingi Hilir, Kuansing, Provinsi Riau, menimbulkan tanda tanya besar.

BUMDes yang awalnya berdiri untuk menggerakkan roda perekonomian itu, justru tidak pernah menyumbangkan bagi Pendapatan Asli Desa.

Sudah lebih dari 5 tahun BUMDes tersebut berdiri. Uang ratusan juta rupiah digelontorkan oleh Pemprov Riau melalui program Bankeu ternyata tidak memberikan dampak positif.

Warga mengungkapkan, BUMDes yang semula bergerak dibidang usaha perkebunan tersebut tidak lagi beroperasi. Itu membuat masyarakat bertanya-tanya kondisi BUMDes. 

Transparansi pengelolaan keuangan yang telah dikucurkan untuk modal usaha BUMDes dipertanyakan. Pengelolaan yang buruk dan lemahnya pengawasan menjadi penyebab hal itu terjadi.

"BUMDes itu awalnya sesaat saja berjalan, setelahnya lama fakum tidak beroperasi. Apa yang jadi penyebab kami tidak tau. Kami duga ada sesuatu hal yang tidak beres," ujar salah satu warga.

Kondisi ini menyoroti hal serius mengenai keberadaan BUMDes bernama 'Kemilau Sungai Omeh' tersebut. Program yang sejatinya dibuat untuk mendorong ekonomi desa justru tak berjalan semestinya.

"Ini perlu dilakukan audit khusus oleh inspektorat, dan APH perlu juga melakukan penyelidikan. Ratusan juta uang yang dikucurkan Pemprov itu harus dipertanggungjawabkan," ujar warga lainnya.

Sementara Kades Koto Baru, Rabes Nurhabibj, dikonfirmasi wartawan media ini mengakui BUMDes sempat fakum alias bertahun-tahun tidak beroperasi. BUMDes tersebut pernah menjalankan usaha perkebunan namun tak berhasil.

Rabes pun membenarkan keberadaan BUMDes belum pernah berkontribusi pada pendapatan desa karena beberapa hal, salah satunya tidak berjalan dengan baik lantaran kekosongan pengurus di waktu cukup lama.

"Dulu pernah ada usaha perkebunan cabai dan jamur tapi setelah itu pengurus mengundurkan diri, dan setelah itu lama fakum. Tapi Belum lama ini BUMDes sidah aktif kembali, sudah ada usaha pupuk.

Jadi kalau ditanya BUMDes ini apakah sudah ada menyumbang ke PADes?, ya belum. Sejak berdiri sama sekali memang belum ada yang masuk ke PADes. Ini saja untuk operasional mereka kita bantu dari desa," kata Rabes, Selasa (18/11/2025). (hend)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update