Notification

×

Iklan

Andre Rosiade Dorong Satgas Tindak Mafia BBM Bersubsidi

Jumat, 21 November 2025 | 18:44 WIB Last Updated 2025-11-21T11:44:00Z

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade

Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mendesak pemerintah dan Pertamina segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menindak praktik mafia BBM bersubsidi.

Desakan ini disampaikan Andre saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan jajaran Direksi Pertamina di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Andre menyoroti meski kuota BBM bersubsidi untuk Sumatera Barat telah dinaikkan 15 persen pada November, antrean panjang di SPBU masih sering terjadi. Menurutnya, masalah ini bukan akibat kekurangan pasokan, melainkan ulah mafia BBM yang melakukan penyelewengan.

“Modus umum para pelaku adalah menggunakan mobil tua yang dimodifikasi dengan tangki besar, dikenal sebagai ‘mobil lansir’, untuk membeli BBM dalam jumlah ratusan liter,” ujar Andre. Ia menambahkan, Pertamina telah memblokir sekitar 3.500 nomor polisi kendaraan di Sumatera Barat dan hampir 400.000 secara nasional.

Meski demikian, Andre menilai pemblokiran nomor polisi tidak cukup. Penegakan hukum terhadap pelaku dan pihak yang membekingi mafia BBM harus dilakukan secara tegas. “Harus ada tindakan hukum. Yang ditangkap bukan hanya sopir, tapi juga oknum di belakang mereka,” tegasnya dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi VI, Anggia Erma Rini, dan dihadiri Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, beserta jajaran direksi.

Andre mengusulkan agar satgas penegakan hukum dibentuk melibatkan Pertamina, Kementerian ESDM, Kemendagri, kepolisian, dan unsur TNI di daerah, termasuk Polda dan Korem. Ia menekankan pentingnya dukungan penuh pemerintah untuk menindak siapa pun yang membekingi mafia BBM. “Presiden sudah menegaskan, siapa pun yang terlibat, tak terkecuali pejabat tinggi, tetap ditindak,” ujarnya.

Selain itu, Andre menyoroti kondisi infrastruktur penyimpanan BBM di Sumatera Barat yang masih rentan. Saat ini, pasokan hanya mengandalkan storage di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Jika terjadi gangguan, BBM harus dialihkan melalui jalur darat dari Pekanbaru atau Jambi.

Ia meminta Pertamina mempercepat pembangunan storage tambahan, khususnya di Air Bangis, Pasaman Barat, untuk memastikan pasokan lebih aman dan stabil. Menurut Andre, keberadaan storage baru akan mendukung pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi di Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update