Notification

×

Iklan

Andre Minta Penertiban Pembalakan Liar Usai Banjir Bandang Sumbar

Minggu, 30 November 2025 | 22:14 WIB Last Updated 2025-11-30T15:14:00Z

Alat berat diterjunkan untuk menangani sisa banjir bandang 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mendesak Gubernur Sumatera Barat segera membentuk satuan tugas (satgas) gabungan untuk memberantas praktik pembalakan liar dan penambangan ilegal yang diduga kuat menjadi pemicu banjir bandang di daerah tersebut.

Seruan itu disampaikan Andre saat meninjau penanganan pascabencana di Berok Rakik, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, pada Minggu (30/11/2025). Ia mengusulkan agar satgas tersebut melibatkan Kapolda, Pangdam, serta Kejaksaan Tinggi agar penindakan bisa dilakukan secara menyeluruh.

Andre menegaskan bahwa rangkaian bencana yang melanda Sumbar belakangan ini bukan sekadar kejadian alam, melainkan akibat dari kerusakan lingkungan yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus. Karena itu, ia meminta Gubernur Sumbar mengambil langkah tegas sebagai pemimpin daerah.

“Yang harus memimpin pergerakan dan penertiban itu adalah Gubernur Sumbar. Segera berkoordinasi dengan Kapolda dan Pangdam. Jalankan tugas sebagai pemimpin Sumatera Barat,” tegas Andre.

Menurutnya, aktivitas pembalakan liar dan tambang ilegal merupakan masalah akut yang harus diselesaikan secara mendasar di bawah komando Gubernur. Ia mendorong pemerintah daerah menggelar rapat bersama aparat penegak hukum untuk menyusun langkah konkret.

“Tambang-tambang ilegal seperti dibiarkan begitu saja, dan bencana terus berulang. Kalau kita hanya diam, kerusakannya akan semakin besar,” ujarnya.

Andre juga menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa pengecualian, baik terhadap pelaku utama maupun pihak yang menjadi beking.

“Jika benar-benar serius, bentuk satgas dan lakukan operasi. Tangkap para pelaku ini. Kita harus membersihkan daerah kita dari perusak lingkungan,” tambahnya.

Ia berharap, dengan ketegasan Gubernur yang didukung aparat kepolisian dan TNI, kerusakan hutan serta penambangan ilegal dapat dihentikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar maupun korban jiwa selanjutnya.

Kerahkan Alat Berat untuk Bersihkan Kawasan

Dalam peninjauannya, Andre melihat warga bersama ketua RW 6 dan para ketua RT bergotong royong membersihkan drainase yang tertutup lumpur serta menyingkirkan kayu-kayu besar yang terbawa arus banjir.

Satu unit alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat pembersihan. Ketua RW 6, Zulkifli, menyampaikan bahwa ekskavator tersebut merupakan milik salah satu warga yang dipinjamkan selama lima hari. Sementara itu, biaya operasional dan bahan bakar dibantu oleh Andre Rosiade.

“Alhamdulillah, Pak Andre membantu kami Rp10 juta untuk operasional. Kami optimis pekerjaan ini selesai dalam lima hari,” kata Zulkifli.

Andre menambahkan bahwa beberapa alat berat lainnya juga diturunkan ke titik-titik terdampak banjir bandang yang dipenuhi kayu gelondongan dari hutan.

“Di Guo Kampung Tanjung Kuranji, ekskavator masih bekerja melakukan normalisasi sungai karena banyaknya kayu besar yang merusak struktur aliran,” ujarnya.

Ia juga memenuhi janjinya kepada warga Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, dengan mengirimkan ekskavator untuk membuka aliran air yang tersumbat tumpukan kayu, sehingga mengakibatkan sekitar 40 rumah terendam.

“Alat berat sudah beroperasi. Semoga genangan air yang cukup tinggi itu bisa segera surut,” kata Andre.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update