Agam, Rakyatterkini.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, kembali menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Selasa (11/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Ade Rezki menjelaskan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang menjadi langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Ade Rezki Pratama.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
Ade menambahkan, program serupa juga telah diterapkan di berbagai negara maju dan terbukti memberi dampak positif, meski membutuhkan waktu untuk benar-benar terlihat hasilnya.
Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan di tahap awal pelaksanaan program ini, salah satunya terkait kasus keracunan makanan yang menjadi perhatian serius Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dapur MBG. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam proses pengolahan maupun penyajian makanan yang bisa membahayakan anak-anak penerima manfaat,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra itu menyebutkan, di Kabupaten Agam direncanakan akan ada 50 dapur MBG, masing-masing menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan setiap harinya.
“Dapur MBG harus memastikan setiap hidangan memenuhi standar gizi seimbang, higienis, serta aman dikonsumsi. Ini tentu perlu kolaborasi dari berbagai pihak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, menilai program MBG sebagai kebijakan strategis pemerintah untuk memperbaiki status gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Menurutnya, pelaksanaan program ini melibatkan kerja sama lintas sektor — mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat — dengan pengawasan ketat terhadap kualitas bahan pangan dan distribusinya.
“Program ini luar biasa, karena tujuannya jelas: membentuk generasi penerus yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Hendri.(da*)


