Notification

×

Iklan

Semen Padang Dukung Petani dan UMKM Lewat Program BMN

Senin, 27 Oktober 2025 | 19:07 WIB Last Updated 2025-10-27T12:07:00Z

PT Semen Padang menyerahkan bantuan peralatan pertanian dan modal usaha di Koto Lalang

Padang, Rakyatterkini.com  – PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN). Kali ini, perusahaan menyalurkan bantuan peralatan pertanian dan modal usaha senilai Rp64 juta kepada warga Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Bantuan tersebut meliputi satu unit hand tractor, satu unit mesin potong rumput, dua unit mesin semprot hama senilai Rp50 juta, serta bantuan modal usaha Rp7 juta untuk pengembangan budidaya itik petelur oleh Karang Taruna Koto Lalang, dan Rp7 juta untuk peningkatan kapasitas UMKM pengrajin arang batok kelapa.

Penyerahan bantuan dilakukan di halaman Kantor Forum Nagari Koto Lalang, bertepatan dengan Launching Program Forum Nagari Tahun 2025 Tahap I. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, aparat pemerintah, Polsek Lubuk Kilangan, Koramil 04, serta para tokoh masyarakat setempat.

Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan mengacu pada standar ISO 26000 Social Responsibility.

Sementara itu, Nurwan, Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dirawat serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha arang batok kelapa menjadi produk dengan nilai tambah seperti briket, dan mengelola budidaya itik petelur secara profesional agar berkelanjutan.

Ketua Forum Nagari Koto Lalang, Maulana Sardi, mengapresiasi dukungan dari PT Semen Padang. Menurutnya, bantuan ini menjadi angin segar bagi petani dan pelaku UMKM yang sebelumnya terkendala modal serta sarana produksi.

Lurah Koto Lalang, Hartati, menilai kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat ini merupakan contoh nyata model pemberdayaan yang berkelanjutan.

Salah satu penerima manfaat, Riko, seorang pengrajin arang batok kelapa, turut merasakan dampaknya. Ia mengaku bantuan modal yang diterima mampu meningkatkan kapasitas produksi dari sekitar 100 kilogram setiap tiga hari menjadi lebih besar, sehingga pendapatan pun ikut naik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update