Notification

×

Iklan

Pelatihan Pakan Pellet Bantu Turunkan Biaya Usaha Ayam KUB

Selasa, 28 Oktober 2025 | 06:43 WIB Last Updated 2025-10-27T23:45:48Z

Tim PKM Faterna Unand memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan ransum ayam

Pessel, Rakyatterkini.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Faterna Unand) menggelar penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) berbentuk pellet di Nagari Sungai Nipah, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Minggu (26/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Sepri Reski, S.Pt., M.Pt., dengan anggota tim yang terdiri dari Dr. Ir. Ridho Kurniawan Rusli, S.Pt., M.P., IPU, Asean Eng, Apec Eng, Prof. Dr. Ir. Yose Rizal, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Maria Endo Mahata, M.S., Dr. Ir. Fuad Madarisa, M.Sc., serta lima mahasiswa Faterna Unand.

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM memberikan materi tentang formula ransum ayam KUB untuk setiap tahap pemeliharaan. Selain itu, tim juga menyerahkan mesin pencampur pakan dan mesin pencetak pakan (pelletizer) kepada Kelompok Ternak Serumpun Sungai Nipah sebagai mitra binaan.

Sekitar 20 peternak setempat mengikuti praktik pembuatan pakan ayam KUB untuk umur di atas 12 minggu. Formula ransum mengacu pada rekomendasi Sartika (2021) dengan kandungan protein 16% dan energi metabolisme 2.800 kkal/kg. Bahan baku yang digunakan berasal dari sumber lokal yang mudah diperoleh, seperti tepung ikan, dedak padi, dan tepung rumput laut Turbinaria murayana, untuk menekan biaya produksi sekaligus mendukung kemandirian pakan bagi peternak.

Komposisi ransum pellet tersebut adalah: Jagung 50%, Dedak Padi 18%, Bungkil Kedelai 8%, Tepung Ikan 10%, Tepung Rumput Laut 10%, Top Mix 2%, serta Minyak Kelapa atau Minyak Goreng 2%.

Ketua Tim PKM, Sepri Reski, menjelaskan bahwa pakan berbentuk pellet memiliki keunggulan dibandingkan pakan tepung (mash). “Pakan pellet lebih efisien karena tidak mudah terbuang, tidak berdebu, dan nutrisi di dalamnya terserap sempurna oleh ternak,” ujarnya kepada infosumbar, Senin (27/10) malam.

Selain praktis, pakan pellet hasil pelatihan ini juga lebih ekonomis, sekitar Rp7.900 per kilogram, dibandingkan pakan komersial yang harganya Rp10.000–Rp12.000 per kilogram. “Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti rumput laut dan dedak padi, peternak bisa menekan biaya tanpa mengurangi nilai gizi pakan. Hal ini penting untuk keberlanjutan usaha peternakan ayam KUB di pesisir,” tambahnya.

Sepri berharap kegiatan ini dapat mendorong peternak untuk mandiri dalam memproduksi pakan berkualitas dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. “Kami ingin peternak tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan. Kemandirian pakan akan meningkatkan efisiensi usaha dan kesejahteraan kelompok ternak,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update