Notification

×

Iklan

Pariwisata Jadi Lokomotif Baru Ekonomi di Era Prabowo–Gibran

Rabu, 22 Oktober 2025 | 07:16 WIB Last Updated 2025-10-22T00:16:00Z

Taman Jam Gadang Kota Bukittinggi. Kota Bukittinggi memborong enam penghargaan

Jakarta, Rakyatterkini.com — Dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sektor pariwisata nasional menunjukkan lompatan besar dan menegaskan posisinya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.

Melalui kerja kolaboratif Kabinet Merah Putih, pariwisata kini tidak hanya berperan sebagai penghasil devisa, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata Indonesia terus mencatat pertumbuhan positif sepanjang September 2024 hingga Agustus 2025.

Jumlah wisatawan mancanegara meningkat 12,32 persen menjadi 14,85 juta kunjungan, sedangkan wisatawan nusantara naik 21,69 persen atau mencapai 1,15 miliar perjalanan.

“Capaian ini membuktikan bahwa pariwisata kembali menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dengan kualitas yang semakin baik. Kita tidak sekadar mengejar angka kunjungan, tetapi juga nilai tambah dari setiap perjalanan,” ujar Widiyanti di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Ia menegaskan, pariwisata kini menjadi pilar utama pembangunan inklusif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo–Gibran. Sektor ini menyumbang 3,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal I 2025 (data BPS) serta menyerap lebih dari 25,88 juta tenaga kerja, menurut data SAKERNAS Februari 2025.

Sebagai upaya memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat, Kementerian Pariwisata meluncurkan lima program unggulan, yakni Gerakan Wisata Bersih, Tourism 5.0, Pariwisata Naik Kelas, Event by Indonesia, dan Desa Wisata.

Program Karisma Event Nusantara serta berbagai Event by Indonesia berhasil memicu perputaran ekonomi langsung lebih dari Rp11 triliun, sementara pengembangan 6.153 Desa Wisata memperkokoh ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas destinasi berbasis komunitas.

“Kami ingin setiap desa wisata menjadi pusat kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkap Widiyanti.

Sepanjang satu tahun terakhir, Indonesia meraih 143 penghargaan internasional di bidang pariwisata. Di antaranya, Best Tourism Village dari UN Tourism, ASEAN Tourism Awards untuk 15 desa wisata, 33 hotel penerima MICHELIN Keys, serta penobatan Bali sebagai Pulau Terbaik di Asia 2025 versi Condé Nast Traveller.

Dari sisi regulasi, Kementerian Pariwisata telah mengeluarkan tujuh produk hukum strategis, termasuk Perubahan Ketiga Undang-Undang Kepariwisataan dan Peraturan Menteri tentang Satu Data Pariwisata. Kebijakan tersebut menjadi fondasi bagi tata kelola pariwisata yang lebih terintegrasi, transparan, dan berbasis data.

Kolaborasi lintas sektor turut diperkuat melalui 14 kerja sama antar-kementerian/lembaga serta kemitraan strategis dengan Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Prancis, yang membuka peluang investasi serta memperluas jangkauan pasar global.

Menteri Widiyanti menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari sinergi lintas sektor yang menjadi ciri khas tahun pertama Kabinet Merah Putih.

“Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci. Kita membangun pariwisata yang berkelanjutan, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan visi besar transformasi ekonomi nasional berbasis inovasi dan digitalisasi pemerintahan yang bersih, Kabinet Merah Putih terus mendorong sektor pariwisata sebagai kekuatan strategis Indonesia menuju era ekonomi kreatif global.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update