Notification

×

Iklan

Hamas Bantah Serangan, Tuding Israel Cari Alasan Militer

Senin, 20 Oktober 2025 | 10:45 WIB Last Updated 2025-10-20T03:45:00Z

Hamas membantah keras tuduhan Israel 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Hamas menolak tuduhan Israel terkait serangan terhadap pasukan Zionis di Rafah, Gaza Selatan. Kelompok perlawanan itu menilai klaim Tel Aviv hanya menjadi alasan untuk melanjutkan agresi militer dan menargetkan wilayah Gaza yang tengah berada dalam gencatan senjata.

Militer Israel (IDF) pada Minggu (19/10/2025) melancarkan serangan udara ke Rafah serta sejumlah lokasi lain, dengan alasan menanggapi serangan rudal anti-tank dan tembakan yang diklaim dilakukan Hamas. Namun, Hamas menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan aksi militer di kawasan tersebut.

“Kontak dengan pejuang kami di sana terputus sejak perang kembali meletus pada Maret lalu. Kami tidak terlibat dalam insiden apa pun di wilayah itu,” bunyi pernyataan Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas, yang dikutip dari Anadolu.

Hamas menegaskan tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata yang berlaku di seluruh Jalur Gaza sejak pekan lalu. Menurut kelompok ini, pelanggaran justru dilakukan oleh pasukan Israel yang setiap hari melancarkan serangan dengan berbagai dalih.

Anggota biro politik Hamas, Izzat Al Rishq, menuduh Israel mencari alasan untuk melanjutkan operasi militer di Gaza.

“Mereka mengarang cerita tentang serangan terhadap tentaranya untuk menutupi kejahatan yang terus dilakukan terhadap rakyat kami,” kata Rishq.

Rishq menambahkan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ingin menciptakan ketegangan untuk kembali menggempur Gaza sekaligus menunda proses politik pascagencatan senjata.

“Israel tidak menginginkan stabilitas; mereka menginginkan perang tanpa akhir,” ujarnya.

Sebelumnya, stasiun televisi Israel KAN melaporkan bahwa serangan udara ke Rafah dilakukan setelah terjadi baku tembak antara pasukan IDF dan pejuang Hamas, meskipun laporan tersebut belum dilengkapi bukti kuat.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Netanyahu telah memerintahkan militer untuk menindak tegas apa yang disebutnya “target teroris” di Gaza, keputusan yang diambil setelah pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan Yoav Katz dan pejabat keamanan lainnya.

Serangan terbaru di Rafah menambah daftar pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel. Warga sipil di Gaza Selatan dilaporkan kembali mengungsi dari rumah mereka karena khawatir serangan akan meluas ke permukiman padat penduduk.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update
-->