Notification

×

Iklan

DPR Dukung Pengusutan Kematian Mahasiswa Unud TAS

Senin, 20 Oktober 2025 | 11:12 WIB Last Updated 2025-10-20T04:12:00Z

Wakil Ketua Komisi III DPR Dede Indra Permana Soediro 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penyelidikan kematian mahasiswa Universitas Udayana, TAS (21). Ia menegaskan bahwa perundungan di lingkungan pendidikan tidak boleh lagi terjadi.

“Kasus ini harus menjadi perhatian serius. Kami berharap Polri dan lembaga penegak hukum tidak hanya menilainya sebagai kecelakaan, tetapi juga menelusuri apakah ada unsur pidana atau kelalaian yang memiliki konsekuensi hukum,” ujar Dede Indra kepada wartawan, Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, “Dunia pendidikan harus bebas dari korban perundungan atau praktik yang berada di luar ranah akademik.”

Dede mendorong Polresta Denpasar dan pihak terkait untuk meneliti secara mendalam kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut. Ia juga meminta kepolisian memastikan seluruh kronologi, mekanisme pengawasan kampus, serta kondisi lingkungan pendidikan diperiksa secara menyeluruh dan transparan.

Selain itu, Dede mengapresiasi sikap pihak kampus dan keluarga korban yang menuntut keterbukaan terkait kronologi dan hasil penyelidikan. Menurutnya, institusi pendidikan wajib memiliki mekanisme pengawasan internal yang kuat, termasuk sistem pelaporan insiden, budaya anti-perundungan, serta perlindungan bagi mahasiswa agar tidak menjadi korban praktik di luar akademik.

Ia juga menekankan pentingnya jalur komunikasi terbuka antara pihak kampus, aparat penegak hukum, dan keluarga korban untuk memastikan permintaan kejelasan kronologi dan penyebab kematian TAS terpenuhi.

Polisi: Korban Jatuh dari Lantai Empat

Sebelumnya, polisi menjelaskan bahwa TAS melompat dari lantai empat gedung, bukan dari lantai dua seperti yang sempat beredar. Kejadian terjadi di depan Gedung FISIP Unud, Jalan Sudirman, Denpasar, Bali, pada Rabu (15/10).

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, mahasiswa berinisial NKGA, yang saat itu berada di lantai empat menunggu dosen bersama temannya.

“Rabu, 15 Oktober 2025, pukul 08.30 Wita, saksi sedang menunggu dosen di teras depan kelas lantai empat sambil berdiskusi tentang mata kuliah,” kata Sukadi, Kamis (16/10/2025).

Sekitar 15 menit kemudian, TAS datang dari arah lift dengan ransel di punggung, mengenakan baju putih, dan terlihat panik sambil memperhatikan sekeliling kampus. TAS sempat duduk di kursi panjang di sisi barat kelas, namun karena saksi tidak mengenalinya, ia tidak memperhatikan lebih lanjut.

Tak lama kemudian, TAS melompat dari lantai empat. Mahasiswa lain dan petugas keamanan kampus segera mengevakuasi korban ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.

Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), TAS masih dalam kondisi sadar, tetapi mengalami pendarahan dan kesadaran menurun. Mahasiswa semester VII program studi Sosiologi itu akhirnya meninggal dunia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update