Notification

×

Iklan

Ducati Dominasi Sprint Race Sepang, Bagnaia Juara

Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:31 WIB Last Updated 2025-10-26T05:31:00Z

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia

Jakarta
Rakyatterkini.com  Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menunjukkan kebangkitannya setelah beberapa balapan yang mengecewakan. Juara dunia dua kali ini tampil sempurna di Sprint Race MotoGP Malaysia 2025, menuntaskan 10 lap di Sirkuit Sepang dengan kemenangan meyakinkan pada Sabtu (25/10/2025).

Awal akhir pekan bagi Bagnaia cukup sulit. Ia gagal lolos ke Q2 pada sesi kualifikasi Jumat dan masih kesulitan menemukan pengaturan ideal untuk motor Desmosedici GP25. Namun, pada Sabtu pagi, situasi berbalik drastis. Memulai dari Q1, Bagnaia berhasil merebut pole position dan memimpin balapan sejak lap pertama hingga terakhir, menyingkirkan pesaing terdekat dengan selisih lebih dari dua detik.

“Ini kemenangan untuk tim yang telah bekerja sangat keras. Sama seperti saya, mereka juga menghadapi kesulitan memahami situasi ini,” ujar Bagnaia kepada Sky Italy. “Kami kerap bergantian antara hasil mengecewakan dan performa luar biasa. Kami terus berupaya melakukan yang terbaik untuk keluar dari kondisi ini.”

Perubahan Teknis Jadi Kunci Kemenangan

Menurut Bagnaia, kemenangan di Sepang didukung oleh perubahan teknis signifikan pada motornya. Menariknya, beberapa perubahan ini sebelumnya tidak banyak membantu, tetapi kali ini mampu meningkatkan performa Ducati secara nyata.

“Pagi ini kami melakukan beberapa penyesuaian yang sangat berguna. Masalah belum sepenuhnya hilang, tetapi saya merasakan peningkatan yang cukup besar,” kata Pecco, sapaan akrab Bagnaia. “Di Jepang performa saya terasa bagus. Di sini sedikit kurang, tapi kali ini perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak positif. Mungkin kami akhirnya menemukan arah yang tepat.”

Bagnaia tidak mengungkap detail perubahan, namun ia menegaskan motor kini lebih stabil, terutama saat masuk dan keluar tikungan. “Motor biasanya terdorong keluar dan sulit dikendalikan, tapi sekarang terasa lebih seimbang,” jelasnya.

Kemenangan Meski Hadapi Kendala Teknis

Kemenangan Bagnaia di Sprint Race tidak berjalan mulus sepenuhnya. Sistem ride height device pada motornya sempat rusak sejak awal balapan.

“Saat start saya masih bisa menggunakan perangkat ini, kalau tidak akan menjadi masalah besar. Namun setelah itu, tombolnya tidak berfungsi dan saya harus melanjutkan balapan tanpa sistem tersebut,” ujarnya.

Meski kehilangan perangkat itu membuat kecepatan di trek lurus sedikit menurun, Bagnaia justru merasakan efek positif saat keluar tikungan. “Suspensi bekerja lebih baik, dan saya tetap bisa menjaga ritme balapan,” tambahnya.

Pengalaman dan ketenangan sang juara dunia terbukti menjadi senjata utama. Kemenangan Sprint Race ini bukan hanya tambahan poin, tetapi juga momentum psikologis menjelang balapan utama Minggu ini.

“Besok akan menjadi balapan yang berat untuk ban, jadi kami harus tetap fokus. Tapi kemenangan ini jelas menambah kepercayaan diri bagi saya dan tim,” tegas Bagnaia.

Dengan hasil ini, Ducati menunjukkan masih berada di jalur yang tepat untuk perebutan gelar dunia MotoGP 2025. Setelah dua seri sebelumnya di Indonesia dan Australia yang mengecewakan, kemenangan di Sepang menjadi tanda kebangkitan Pecco Bagnaia—menegaskan bahwa sang juara dunia belum habis.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update