Padang, Rakyatterkini.com – Ketegangan sempat terjadi antara Tim Rajawali Satresnarkoba Polresta Padang dengan puluhan warga saat penangkapan dua bandar ganja di kawasan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (27/10).
Situasi hampir memanas menjadi bentrokan ketika keluarga pelaku mencoba menghalangi proses penangkapan. Beberapa warga menolak anggota keluarganya dibawa ke Polresta Padang.
Kasat Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius, menjelaskan bahwa operasi ini berawal dari laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran ganja secara terbuka di wilayah tersebut, yang membuat warga resah.
“Tim melakukan penyelidikan, dan setelah bukti dinilai cukup, penangkapan segera dilaksanakan,” ujar AKP Martadius kepada wartawan, Rabu (29/10).
Selama proses penangkapan, puluhan kerabat pelaku datang dan berusaha menghadang petugas, sehingga situasi sempat memanas. Tim akhirnya mundur sementara untuk menghindari bentrok.
Tak berselang lama, Tim Rajawali kembali ke lokasi dengan dukungan Tim Klewang dan Tim Python dari Polsek Lubuk Begalung, melakukan penyisiran di sekitar rumah pelaku.
“Dari hasil penyisiran, dua bandar ganja berhasil ditemukan bersembunyi di dalam lemari,” jelas Martadius.
Polisi menyita sejumlah paket ganja yang belum sempat diedarkan. Barang bukti dan kedua pelaku kini diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Penangkapan dilakukan dengan pengawasan warga setempat. Kedua pelaku sudah dibawa ke Polresta Padang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutup AKP Martadius.(da*)


