![]() |
| Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat, Nurfirman Wansyah bersama warga. |
Solok Selatan, Rakyatterkini.com — Di tengah tantangan ekonomi yang terus melanda masyarakat daerah, semangat untuk bangkit melalui sektor ekonomi kreatif semakin menggema.
Ini terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Ekonomi Kreatif, yang digelar di Aula Yayasan Darul Ulum, Lubuak Gadang Selatan.
Acara dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurfirman Wansyah, yang akrab disapa Pak Anca, Mohammad Sholihin, Pendiri dan Pemilik Yayasan Darul Ulum, Zul Efendi, Direktur Travel Haji dan Umroh, serta tokoh masyarakat dan para santri.
Mohammad Sholihin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Pak Nurfirman Wansyah, tokoh senior Sungai Pagu sekaligus pejuang pemekaran Kabupaten Solok Selatan yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2005–2010.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Nurfirman Wansyah serta seluruh pihak yang terus berjuang membangkitkan semangat masyarakat, khususnya di bidang ekonomi,” ujar Kiai Sholihin singkat namun penuh makna.
Sementara itu, dalam paparannya, Nurfirman Wansyah menekankan pentingnya masyarakat memahami dan menerapkan konsep ekonomi kreatif sebagai langkah keluar dari tekanan ekonomi rumah tangga.
“Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Tantangan ekonomi memang berat, tapi melalui pola pikir kreatif dan langkah yang terencana, masyarakat bisa bangkit,” tegasnya di hadapan ratusan warga yang hadir.
Beliau juga mencontohkan berbagai model usaha kecil berbasis kreativitas yang dapat dikembangkan oleh masyarakat daerah — mulai dari pengolahan hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga wisata lokal yang dikelola secara mandiri.
Acara ini merupakan bagian dari agenda Reses Nurfirman Wansyah di daerah pemilihan (Dapil) VII Kabupaten Solok Selatan yang dimulai sejak Jumat (24/10/2025). Melalui kegiatan ini, ia berharap masyarakat memperoleh pemahaman baru dan motivasi kuat untuk terus berinovasi.
“Tanggung jawab menjaga ekonomi keluarga memang berat, tapi semangat dan kreativitas adalah kuncinya,” tutup Pak Anca penuh semangat. (alwis)


